Rabu, 30 September 2026

MUJMAL USUL ..BAB 2 NO 6 IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL.

 

MUJMAL USUL AHLU SUNNAH WA JAMA’AH

BAB 2 NO 6

IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL.

 

٦ -الْإِيمَانُ بِأَنْبِيَاءِ اللَّهِ وَرُسُلِهِ ـ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ ـ وَأَنَّهُمْ أَفْضَلُ مِمَّنْ سِوَاهُمْ مِنَ الْبَشَرِ وَمَنْ زَعَمَ غَيْرَ ذٰلِكَ فَقَدْ كَفَرَ.
وَمَا صَحَّ فِيهِ الدَّلِيلُ بِعَيْنِهِ مِنْهُمْ, وَجَبَ الْإِيمَانُ بِهِ مُعَيَّنًا, وَيَجِبُ الْإِيمَانُ بِسَائِرِهِمْ إِجْمَالًا. وَأَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُهُمْ وَآخِرُهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ أَرْسَلَهُ لِلنَّاسِ جَمِيعًا.

6.Beriman kepada para nabi dan rasul Allah — semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada mereka — dan bahwa mereka lebih utama daripada seluruh manusia lainnya. Barang siapa menganggap selain mereka lebih utama, maka ia telah kafir. Nabi dan rasul yang disebutkan secara jelas oleh dalil yang sahih, maka wajib diimani secara khusus (satu per satu). Adapun yang lainnya,wajib diimani secara global (ijmali). Dan bahwa Muhammad ﷺ adalah yang paling utama di antara mereka, dan terakhir, serta Allah mengutus beliau kepada seluruh manusia.

 

-----000-----

 

Penjelasan:

Wajib bagi kaum muslimin beriman kepada para Nabi dan Rasul.

Allah Ta’ala berfirman:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ.

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 285).

Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang rukun iman beliau bersabda:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim 8).

Adapun di antara uraian iman terhadap para nabi dan para rasul sebagai berikut:

1.   Pengertian Nabi dan Rasul.

1)   Menurut bahasa “nabi” berasal dari kata naba-a yang artinya mengabarkan.

Sedangkan menurut istilah, “nabi” adalah seorang laki-laki yang diberi kabar (wahyu) oleh Allah ta’ala untuk meneruskan syariat rasul sebelumnya.

2)   Adapun “rasul” secara bahasa artinya orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu. Sedangkan makna “rasul” secara istilah adalah setiap manusia yang diberi wahyu berupa syariat tertentu dan diperintahkan untuk disampaikan. (Lihat Syarh Ushul Iman, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin).

Dari sini kita mengetahui bahwa setiap rasul pasti nabi dan setiap nabi belum tentu seorang rasul.

2.   Kewajiban beriman kepada para nabi dan rasul.

Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul Ushul, keimanan pada rasul terkandung empat unsur di dalamnya, yaitu:

1)  Mengimani Bahwa Allah Benar-Benar Mengutus Para Nabi dan Rasul.

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” (QS. Al Hadid [57]: 25)

رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللهِ حُجَّةُ بَعْدَ الرُّسُلِ.

“Mereka para rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.” (QS. An Nisaa [4]: 165).

Orang yang mengingkari (merkipun seorang rasul) sama saja mengingkari seluruh Rasul.

Allah ta’ala berfirman:

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

“Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 105).

Walaupun kaum Nuh hanya mendustakan Nabi Nuh, akan tetapi Allah menjadikan mereka mendustakan seluruh para rasul, dan menjadikan kekafiran bagi pelakunya.

Allah ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ءَامِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَن يَكْفُرْ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا.

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An Nisaa[4]:136).

2)  Mengimani Nama-Nama Nabi dan Rasul yang Kita Ketahui dan Mengimani secara Global Nama-Nama Nabi dan Rasul yang Tidak Kita Ketahui.

Allah ta’ala berfirman:

وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ.

“Tidak ada satu umat pun, melainkan mereka telah ada yang memberi peringatan.” (QS. Fathir [35]: 24).

Para nabi dan rasul tersebut ada yang diceritakan kepada kita ada juga yang tidak.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ.

“Dan Sesungguhnya Telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu.” (QS. Ghafir [40]: 78)

Oleh karena itu para nabi dan rasul sangat banyak sekali sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang shahih .

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللهِ كَمِ الْمُرْسَلُونَ؟ قَالَ: ثَلَاثُمِائَةٍ وَبِضْعَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا. قَالَ: قُلْتُ آدَمُ نَبِيٌّ كَانَ؟ قَالَ: نَعَمْ نَبِيُّ مُكَلَّمٌ.

“Wahai Rasulullah, berapakah jumlah rasul?” Beliau menjawab:  “Sekitar tiga ratus belasan orang. Banyak sekali.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman 129 dan dishahihkan Syaikh al Abani di dalam Al-Misykah 5669).

Adapun di dalam riwayat Abu Umamah Abu Dzar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berapa jumlah persis para nabi.” Beliau menjawab:

مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا.

“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad  22288, dishahih Syaikh Al Bani di dalam Al-Misykah 5737).

3)  Membenarkan Berita-Berita yang Sahih dari Para Nabi dan Rasul.

Kita tidak boleh mendustakan para rasul dan apa yang mereka bawa.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ.

“Dan kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan dengan jelas.” (QS. An-Nur [24]: 54).

قَالُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ .قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ . وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ.

“Mereka berkata, ‘Kamu hanyalah manusia seperti kami, dan Tuhan Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu pun. Kamu hanyalah berdusta.’ Mereka (para rasul) berkata, ‘Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepada kamu. Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan dengan jelas.’” (QS. Yasin [36]: 15–17)

Allah ta’ala juga berfirman:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ.

“Dan tidaklah dia berbicara menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm [53]: 3–4).

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ . لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ . ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ . فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ.

“Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong urat nadinya. Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi Kami (untuk menghukumnya).” (QS. Al-Haqqah [69]: 44–47).

4)  Mengamalkan Syariat Nabi dan Rasul yang Diutus kepada Kita.

Para nabi dan rasul mereka memiliki syari’at berbeda-beda.

Allah ta’ala berfirman:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا..

“Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syariat dan juga cara.” (QS. Al Maidah[5]: 48).

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلَّاتٍ، وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى، وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ، فَلَيْسَ بَيْنَنَا نَبِيٌّ.

“Para Nabi itu adalah saudara satu bapak, ibu-ibu mereka berbeda, akan tetapi agama mereka satu.” (HR. Muslim 2365, Ahmad 8258).

Imam Nawawi berkata:

جُمْهُورُ الْعُلَمَاءِ: مَعْنَى الْحَدِيثِ أَنَّ أَصْلَ إِيمَانِهِمْ وَاحِدٌ، وَشَرَائِعَهُمْ مُخْتَلِفَةٌ؛ فَإِنَّهُمْ مُتَّفِقُونَ فِي أُصُولِ التَّوْحِيدِ، وَأَمَّا فُرُوعُ الشَّرَائِعِ فَوَقَعَ فِيهَا الِاخْتِلَافُ.

“Menurut jumhur ulama, makna hadis tersebut adalah bahwa pokok keimanan para nabi itu satu, sedangkan syariat mereka berbeda-beda. Mereka sepakat dalam pokok-pokok tauhid. Adapun cabang-cabang syariat, maka terdapat perbedaan di dalamnya.” (Syarah Muslim Imam Nawawi 15/119)

Setiap umat wajib mengikuti nabi yang diutus kepada mereka. Setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seluruh manusia wajib mengikuti syariat beliau.

Allah ta’ala berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَ.

“Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 40).

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا.

“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua.’” (QS. Al-A’raf [7]: 158)

Allah ta’ala berfirman:

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيماً

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’[4]: 65)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ تَسُوسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ، كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي.

“Sesungguhnya Bani Israil dahulu diatur dan dipimpin oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi meninggal, digantikan oleh nabi yang lain. Dan sesungguhnya tidak ada nabi setelahku.” (HR. Bukhari 3455, Muslim 1842).

Dari Abbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ.

“Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, mendengar tentang aku, kemudian dia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim 153, Ahmad 8609).

3.   Dakwah Para Nabi Dan Rasul Mengajak Kepada Tauhid Dan Melarang Kesyirikan.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah tagut itu.." (QS. An-Nahl[16]: 36).

Ibnul Qayyim menjelaskan:

الطَّاغُوتُ كُلُّ مَا تَجَاوَزَ بِهِ الْعَبْدُ حَدَّهُ مِنْ مَعْبُودٍ أَوْ مَتْبُوعٍ أَوْ مُطَاعٍ.

Thaghat adalah segala sesuatu yang dilampaui batas oleh seorang hamba dalam bentuk disembah, diikuti, atau ditaati. (Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/198, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin).

Allah ta’ala juga berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ.

“Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Nabi Muhammad), melainkan Kami mewahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya’[21]:25).

وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلا خَلا فِيهَا نَذِيرٌ.

“Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (QS. Fathir[35]: 24).

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ.

“Apakah kamu (hadir) menjadi saksi menjelang kematian Ya‘qub ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan (hanya) kepada-Nya kami berserah diri.” (QS. Al-Baqarah[2]:133).

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُوا قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ.

Mereka berkata, “Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “(Tidak.) Akan tetapi, (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.” (QS.Al-Baqarah[2]:135-136).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ: لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ، حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ .

“Barangsiapa yang mengucapkan: 'La ilaha illallah', dan mengingkari apa yang disembah selain Allah, maka terjagalah harta dan darahnya, dan perhitungannya terserah kepada Allah. (HR. Muslim 23)

4.   Allah Menguatkan Para Nabi Dan Rasul Dengan Berbagai Mukjizat.

Hal itu untuk menampakkan kebenaran yang mereka bawa.

Adapun di antara mukjizat para nabi dan rasul tersebut yaitu:

·       Nabi Shalih alaihis salam

Kaum Tsamut meminta tanda kenabian, maka Allah keluarkan Unta betina yang besar sebagai tanda dan mukjizat dari Allah.

Allah ta’ala berfirman:

وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ.

“Wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah sebagai tanda bagi kalian. Maka biarkanlah ia makan di bumi Allah dan janganlah kalian menyentuhnya dengan keburukan, yang menyebabkan kalian ditimpa azab yang pedih.” (QS. Al-A’raf [7]:73)

Unta tersebut merupakan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Shalih alaihis salam sebagai bukti kebenaran risalahnya. Allah sendiri menyebutnya sebagai “ayat”, yaitu tanda yang nyata.

·       Nabi Ibrahim alaihis salam

Api tidak bisa membakar nabi Ibrahim ‘alaihi salam.

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ.

“Kami berfirman, ‘Wahai api! Jadilah kamu dingin dan keselamatan bagi Ibrahim." (QS. Al-Anbiya [21]: 69).

Ketika kaumnya pada puncak kemarahan kepada nabi Ibrahim alaihis salam kemudian mereka menyuruh mengumpulkan kayu sehingga kayu tekumpul seperti gunung lalu nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api dengan manjanik, kemudian  Allah perintahkan api tersebut agar menjadi dingin dan keselamatan baginya.

·       Nabi Musa alaihis salam

Allah ta’ala memberi nabi Musa alaihis salam beberapa mukjizat:

Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ.

“Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan tanda yang nyata.” (QS. Al-Isra [17]: 101).

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa tanda-tanda tersebut merupakan bukti nyata atas kebenaran kenabian Musa alaihis salam.

·       Tongkat yang dapat berubah menjadi ular.

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ.

“Lalu dia melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang nyata.” (QS. Al-A'raf [7]: 107).

·       Tangan menjadi putih bercahaya bukan karena penyakit.

Allah ta’ala berfirman:

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ.

“Dan dia mengeluarkan tangannya, maka seketika itu tangannya menjadi putih bercahaya bagi orang-orang yang melihat.” (QS. Al-A'raf [7]: 108).

·       Tongkat yang dapat membelah laut.

Allah ta’ala berfirman:

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ

“Lalu Kami wahyukan kepada Musa, ‘Pukullah laut itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah laut itu.” (QS. Asy-Syu'ara [26]: 63).

·       Air yang dapat keluar dari batu.

Allah ta’ala berfirman:

وَاِذِ اسْتَسْقٰى مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۗ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۗ قَدْ عَلِمَ كُلُّ اُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ .

 “(Ingatlah) ketika Musa memohon (curahan) air untuk kaumnya. Lalu, Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah darinya (batu itu) dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)..” (QS. Al-Baqarah [2]: 60)

·       Tongkat nabi Musa menelan tali-tali para tukang sihir.

Allah ta’ala berfirman:

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ.

“Maka Musa melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menelan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al-A'raf [7]: 117).

·       Menghidupkan orang yang telah meninggal.

Allah ta’ala berfirman:

وَاِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَا ۗ وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ ۚ فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَاۗ كَذٰلِكَ يُحْيِ اللّٰهُ الْمَوْتٰى وَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

“(Ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang lalu kamu saling tuduh tentang itu. Akan tetapi, Allah menyingkapkan apa yang selalu kamu sembunyikan.”  Lalu, Kami berfirman, “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!” Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati,..“ (QS. Al-Baqarah [2]:72-73).

Para tukang sihir kemudian mengetahui bahwa yang dibawa Musa bukanlah sihir, tetapi mukjizat dari Allah, merekapun akhirnya sujud dan bertaubat. Demikian pula 7 tanda bukti kekuasaan Allah:

Allah ta’ala berfirman:

فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوْفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ اٰيٰتٍ مُّفَصَّلٰتٍۗ فَاسْتَكْبَرُوْا وَكَانُوْا قَوْمًا مُّجْرِمِيْن.

“Maka, Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) banjir besar, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas dan terperinci. Akan tetapi, mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka.” (QS. Al-A’raf [7]: 133).

5)  Nabi Dawud alaihis salam

·       Besi dilunakkan untuknya.

وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

“Dan Kami telah melunakkan besi untuknya.” (QS. Saba [34]: 10).

Allah memberikan keistimewaan kepada nabi Dawud alaihis salam sehingga besi menjadi lunak di tangannya. Dengan itu ia dapat membuat baju-baju besi.

·       Gunung dan burung bertasbih bersamanya.

يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ.

“Wahai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud.” (QS. Saba [34]: 10)

6)  Nabi Sulaiman alaihis salam

·       Angin ditundukkan untuknya

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ

“Dan Kami tundukkan angin bagi Sulaiman.” (QS. Saba [34]: 12).

Allah menjadikan angin tunduk kepada perintah Sulaiman alaihis salam. Allah menyebutkan bahwa perjalanan paginya sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanan sorenya sama dengan perjalanan sebulan.

·       Jin ditundukkan kepada nabi Sulaiman.

Allah ta’ala berfirman:

وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ

“Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Rabbnya.” (QS. Saba [34]: 12).

·       Memahami bahasa binatang.

Allah ta’ala berfirman:

وَقَالَ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍۗ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ

Dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia, kami telah diajari (untuk memahami) bahasa burung dan kami dianugerahi segala sesuatu. “ (QS. An-Naml [27]: 18).

.حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ.

“hingga ketika sampai di lembah semut, ratu semut berkata, “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.” (QS. An-Naml [27]: 18).

7)   Nabi Ayyub alaihis salam

Setelah Allah uji dengan sakit bertahun-tahun, hartanya habis, anaknya meninggal dan manusia menjauh darinya, kemudian Allah kembalikan semua itu kepadanya.

Allah ta’ala berfirman:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ

“Dan Ayyub ketika dia berdoa kepada Rabbnya, ‘Sungguh, aku telah ditimpa penyakit.” (QS. Al-Anbiya [21]: 83)

Kemudian Allah menyembuhkan:

فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ

“Maka Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya.” (QS. Al-Anbiya [21]: 84)
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَمَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا، خَرَّ عَلَيْهِ رِجْلُ جَرَادٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَجَعَلَ يَحْثِي فِي ثَوْبِهِ، فَنَادَاهُ رَبُّهُ يَا أَيُّوبُ أَلَمْ أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عَمَّا تَرَى، قَالَ بَلَى يَا رَبِّ، وَلَكِنْ لاَ غِنَى لِي عَنْ بَرَكَتِكَ

“Ketika Ayyub sedang mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba jatuh kepadanya sekawanan belalang dari emas. Ayyub pun mengambilnya dan memasukkannya ke dalam pakaiannya. Kemudian Rabb-nya memanggilnya, ‘Wahai Ayyub, bukankah Aku telah mencukupkanmu dari apa yang engkau lihat?’ Ayyub menjawab, ‘Benar, wahai Rabb-ku, tetapi aku tidak pernah merasa cukup dari keberkahan-Mu.’” (HR. Bukhari 3391, Ahmad 8159).

8)  Nabi Yunus alaihis salam.

Nabi Yunus diutus kepada 100 ribu orang atau lebih.

Diawal dakwah beliau umatnya mengingkari, kemudian datanglah tanda-tanda azab turun, melihat hal itu nabi Yunus meninggalkan kaumnya, maka Allah menegur beliau sedangkan umatnya bertaubat dan Allah menghilangkan azab tersebut.

وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ . فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ.

“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, maka Kami beri mereka kenikmatan hidup sampai waktu tertentu.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 147–148)

·       Diselamatkan ke dalam perut ikan

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

“Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 142).

·       Kemudian atas ijin dari Allah dikeluarkan dari perut ikan.

فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ.

“Kemudian Kami melemparkannya ke daratan yang tandus dalam keadaan sakit.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 145).

Allah menyelamatkan nabi Yunus alaihis salam setelah ia berdoa kepada-Nya.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 87)

9)  Nabi Isa alaihis salam

Allah menyebutkan beberapa mukjizat nabi Isa alaihis salam dengan sangat jelas:

·       Membuat bentuk burung dari tanah lalu menjadi burung.

Allah ta’ala berfirman:

أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Sesungguhnya aku membuatkan untuk kalian dari tanah sesuatu yang berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.” (QS. Ali Imran [3]: 49).

·       Menyembuhkan orang yang buta sejak lahir.

Allah ta’ala berfirman:

وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ بِإِذْنِ اللَّهِ.

“Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dengan izin Allah.” (QS. Ali Imran [3]: 49).

·       Menyembuhkan penyakit kusta.

Allah ta’ala berfirman:

وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِ اللَّهِ

“Dan orang yang berpenyakit kusta dengan izin Allah.” (QS. Ali Imran [3]: 49).

·       Menghidupkan orang mati.

Allah ta’ala berfirman:

وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ.

“Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah.”
(QS. Ali Imran [3]: 49)

·       Memberitahukan apa yang dimakan dan disimpan manusia

Allah ta’ala berfirman:

وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ

“Dan aku memberitahukan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah-rumah kalian.” (QS. Ali Imran [3]: 49).

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Mukjizat beliau sangat banyak.  Di antara yang paling jelas dan memiliki dalil kuat:

·       Kitab suci Al-Qur’an

Allah ta’ala berfirman:

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ.

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang semisal dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang semisal dengannya.” (QS. Al-Isra [17]: 88).

Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mukjizat yang terus ada sampai hari kiamat.

·       Bulan terbelah.

Allah ta’ala berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat hari Kiamat dan bulan telah terbelah.”
(QS. Al-Qamar [54]: 1)

Peristiwa terbelahnya bulan juga ditegaskan dalam hadis sahih.

·       Air memancar dari sela-sela jari.

Allah ta’ala berfirman:

فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَى المَاءِ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ» قَالَ أَنَسٌ: فَحَزَرْتُ مَنْ تَوَضَّأَ، مَا بَيْنَ السَّبْعِينَ إِلَى الثَّمَانِينَ

“Lalu aku melihat air memancar dari sela-sela jari-jari beliau.” Anas berkata, “Aku memperkirakan orang-orang yang berwudu ketika itu antara 70 sampai 80 orang.” (HR. Bukhari 200, Muslim 2279).

·       Batang kurma menangis

Allah ta’ala berfirman:

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berkhutbah di dekat sebuah batang kurma, kemudian beliau menggunakan mimbar, batang kurma tersebut menangis. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mendatanginya dan memeluknya hingga berhenti menangis.

Ini merupakan mukjizat yang disaksikan oleh para sahabat dan diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih.

·       Makanan menjadi banyak.

Ketika perang khandak nabi diundang salah seorang sahabat, sahabat ini berpesan agar mengajak beberapa orang saja, namun nabi mengajak orang banyak, sahabat yang mengundang inipun cemas, kemudian nabi berdoa kepada Allah, makanan yang sedikit itu menjadi cukup untuk banyak orang setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa atau menyentuh makanan tersebut. Ini termasuk mukjizat yang menunjukkan keberkahan yang Allah berikan kepada beliau.

·       Batu memberi salam kepada beliau

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي لَأَعْرِفُ حَجَرًا بِمَكَّةَ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُبْعَثَ

“Sungguh, aku mengetahui sebuah batu di Makkah yang dahulu memberi salam kepadaku sebelum aku diutus.” (HR. Muslim)

Perlu diperhatikan bahwa setiap mukjizat tersebut disertai penegasan بِإِذْنِ اللَّهِ, “dengan izin Allah”. Jadi, semua mukjizat terjadi dengan kekuasaan Allah.

5.   Orang-orang yang menyelisihi umat-umat dahulu akan dihinakan dan dibinasakan.

Allah perintahkan setiap umat mentaati nabi dan rasul-yang diutus kepada mereka.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ.

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah..” (QS.An-Nisa[4]:64).

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ.

“Barang siapa mentaati Rasul (Muhammad) sesungguhnya dia telah mentaati Allah.” (QS. An-Nisa[4]:80).

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

”Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab[33]:71).

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.

"Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS An-Nur [24]: 51).

Ketika mereka berpaling Allah akan binasakan baik di dunia maupun nanti di akhirat.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ كُبِتُوا كَمَا كُبِتَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ.

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan, sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan.”(QS. Al-Mujadilah[58]: ayat 5).

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّحُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ.

“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.” (QS. An-Nisa [4]:14)

Demikianlah semoga bermanfaat.

-----000-----

Sragen 30-09-2026

Abu Ibrahim Junaedi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUJMAL USUL ..BAB 2 NO 6 IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL.

  MUJMAL USUL AHLU SUNNAH WA JAMA’AH BAB 2 NO 6 IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL.   ٦ - الْإِيمَانُ بِأَنْبِيَاءِ اللَّهِ وَرُسُلِهِ...