MUJMAL USUL AHLI
SUNNAH WAL JAMA’AH FIL AQIDAH
BAB 2 No. 4
IMAN KEPADA MALAIKAT
٤- الْإِيمَانُ بِالْمَلَائِكَةِ الْكِرَامِ
إِجْمَالًا. وَأَمَّا تَفْصِيلًا, فَبِمَا صَحَّ بِهِ الدَّلِيلُ,
مِنْ أَسْمَائِهِمْ, وَصِفَاتِهِمْ, وَأَعْمَالِهِمْ, بِحَسَبِ عِلْمِ الْمُكَلَّفِ.
4.Beriman kepada para malaikat yang mulia secara
global (ijmali).Adapun secara terperinci (tafsili), maka beriman kepada apa
yang ditetapkan oleh dalil yang sahih, berupa nama-nama mereka, sifat-sifat
mereka, dan tugas-tugas mereka, sesuai dengan pengetahuan orang yang dibebani
syariat (mukallaf).
-----000-----
Penjelasan:
Beriman kepada malaikat merupkan salah satu rukun
iman yang kedua, tidak boleh seorang muslim mengingkari hal itu, baik secara
rinci maupun secara global.
Allah ta’ala berfirman:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ
وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ.
“Rasul telah
beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula
orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 285).
Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam ketika ditanya tentang rukun iman beliau bersabda:
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ
وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ
بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
“Kamu beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan
kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim 8).
Adapun diantara uraian tentang iman kepada para
malaikat yaitu sebagai berikut:
Penciptaan Malaikat
Allah ta’ala menyebutkan bagaimana
malaikat-malaikat diciptakan dengan berbagai jumlah sayapnya.
Malaikat diciptakan Allah ta’ala
dari cahaya sebagaimana disebutkan dalam hadits dari umul mukminin Aisyah
radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
خُلِقَتِ
الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ
آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ.
“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan
dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari Sesuatu yang telah
disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR. Muslim 2996, Ahmad 25194).
Beriman Kepada Malaikat Memuat
Empat Perkara:
1. Mengimani wujud mereka.
Wajib bagi orang beriman percaya
akan keberadaan mereka, yaitu kepercayaan yang pasti tentang keberadaan para
malaikat. Tidak seperti yang dipahami oleh sebagian orang bahwa malaikat
hanyalah kiasan lambang kebaikan atau semacamnya. Allah ta’ala telah menyatakan
keberadaan mereka dalam firman-Nya yang artinya:
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ
الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ
فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .
“Segala puji bagi Allah Pencipta
langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus
berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga
dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fatir [35]: 1)
Barangsiapa yang tidak beriman
kepada mereka dan mengingkari eksistensi (wujud) mereka seperti yang diyakini
oleh sebagian penganut filsafat maka dia telah kafir berdasarkan kesepakatan
kaum Muslimin.
Allah ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ
وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا.
“Barangsiapa
yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat
sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa` [4]: 136).
2. Mengimani nama-nama Malaikat yang telah kita ketahui.
Wajib mengimani nama-nama malaikat
yang telah disebutkan baik di dalam Al-Qur’an dan Sunnah, sedangkan malaikat
yang tidak disebutkan namanya wajib kita
imani secara global.
Misalnya malaikat Jibril, Mikail
Israfil dan lain sebagainya.
Allah ta’ala berfirman:
مَنْ كَانَ
عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ
اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
“Barang
siapa menjadi musuh Allah, para malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan
Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir.” (QS.
Al-Baqarah [2]: 98).
Rasululullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda setelah malaikat Jibril:
هَذَا جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ
دِينَكُمْ
“Ini
adalah Jibril. Ia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian agama
kalian.” (HR. Muslim 8).
3. Mengimani sifat-sifat Malaikat yang disebutkan di dalam Al-Qur’an
dan Sunnah.
Mengimani sifat-sifat Malaikat
diantaranya:
1)
Berwujud.
Malaikat diberi karunia untuk bisa
berubah wujud menjadi manusia dengan izin Allah. Para Sahabat pun pernah
menyaksikan Malaikat dalam wujud manusia. Seperti Jibril yang datang kepada
Nabi shallalahu 'alaihi wa sallam dan disaksikan para sahabat.
2)
Malaikat
senantiasa taat dan tidak pernah maksiat.
Kepatuhan
malaikat ini disebutkan Allah Allah ta’ala di dalam firman-Nya.
وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لا
يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلا يَسْتَحْسِرُونَ .
يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لا يَفْتُرُونَ.
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang
di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada
mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiadak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada
henti-hentinya.” QS. Al Anbiyaa' [21]: 19-20).
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ.
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS.
At Tahrim [66]: 6).
Maksudnya, apa pun yang
diperintahkan oleh Allah kepada mereka, maka mereka segera mengerjakannya tanpa
terlambat barang sekejap pun. (Tafsir Ibnu Katsir, QS.
At-Tahrim[66]:6).
3)
Malaikat takut kepada Allah
ta’ala.
Allah ta’ala berfirman:
حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ
قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ
الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ.
"Sehingga
apabila rasa takut telah dihilangkan dari hati mereka, mereka berkata, 'Apakah
yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Kebenaran.' Dan Dialah
Yang Mahatinggi lagi Mahabesar." (QS. Saba'[34]: 23)
4)
Malaikat sangat kuat, Allah
memberi kekuatan untuk menunaikan tugasnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam mengabarkan bahwa beliau pernah melihat Jibril dalam wujud aslinya.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى
جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ.
“Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Jibril, dengan 600 sayap.” (HR. Bukhari 3232, Muslim 174).
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَنَادَانِي
مَلَكُ الْجِبَالِ فَسَلَّمَ عَلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنْ شِئْتَ أَنْ
أُطْبِقَ عَلَيْهِمْ الْأَخْشَبَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ
اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا.
“…Malaikat
(penjaga) gunung memanggilku, mengucapkan salam lalu berkata: Wahai Muhammad!
Jika engkau mau, aku bisa menimpakan Akhsyabain.” Lalu Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam menjawab: “(Tidak) namun aku berharap supaya Allah Azza wa
Jalla melahirkan dari anak keturunan mereka orang yang beribadah kepada Allah
semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun juga.” (HR. Bukhari 3231, Muslim 1795).
فَلَمَّا جَاءَ
أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً
مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ.
“Tatkala datang azab Kami, Kami
jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami
hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS.
Hud [11]: 82)
5)
Besarnya malaikat pemikul
Arsy yang berjumlah delapan.
Dari
Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah
bersabda:
أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ
اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ: أَنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى
عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ.
“Telah
diizinkan bagiku untuk menceritakan kepada kamu tentang malaikat-malaikat
pemikul 'Arsy, bahwa jarak antara daun telinganya sampai ke lehernya sama
dengan jarak yang ditempuh selama tujuh ratus tahun.” (HR Abu Daud 4727, Tabrani
4421, di sahihkan Syaikh al-Albani di dalam as-Shahihah 151).
6)
Banyaknya jumlah malaikat.
Di
antara dalil yang menunjukkan banyaknya jumlah malaikat dan tidak ada yang
dapat menghitungnya kecuali Allah ta’ala adalah sebuah hadits shahih tentang
baitul makmur. (HR Abu Daud 4727, Tabran 4421, di sahihkan Syaikh al-Albani di dalam
as-Shahihah 151).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
فَرُفِعَ لِي
البَيْتُ المَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا البَيْتُ المَعْمُورُ
يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ
يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ.
“Kemudian ditunjukkan kepadaku
baitul ma’mur. Akupun bertanya kepada Jibril, beliau menjawab, “Ini Baitul
Ma’mur, setiap hari ada 70.000 malaikat yang shalat di dalamnya. Setelah mereka
keluar, mereka tidak akan kembali lagi, dan itu menjadi kesempatan terakhir
baginya.” (HR. Bukhari 3207, Muslim 164).
4. mengimani tugas-tugas mereka.
Wajib mengimani apa yang Allah dan
RasulNya beritakan kepada kita tentang tugas-tugas mereka, misalnya:
1) Jibril
‘alaihissalaam bertugas menyampaikan wahyu dari Allah kepada para Rasul-Nya
‘alaihimussalaam.
2) Mikail
bertugas menurunkan hujan dan menyebarkannya.
3) Israfil
bertugas meniup sangkakala.
4) Malaikat
maut bertugas mencabut nyawa, adapun penyebutan Izrail ini tidak benar, yang
benar adalah malaikat Maut. (QS. As-Sajdah[32]: 11)
5) Malaikat
pengawas dan pencatat amal perbuatan hamba, yang baik maupun yang buruk.
Sebagaimana yang Allah
sebutkan di dalam Al-Quran Surat Qaaf [50] ayat 18. Adapun Raqib dan Atid yang
disebutkan pada ayat di atas merupakan tugas keduanya.
6) Al-Mu’aqibat
Ada yang bertugas menjaga hamba pada waktu bermukim atau bepergian, waktu tidur
atau ketika jaga dan pada semua keadaannya.
7) Malaikat
Ridwan bertugas menjaga surga.
8) Malaikat
Malik bertugas menjaga neraka.
Malaikat Malik merupakan pimpinan dari sembilan belas malaikat penjaga
neraka (Surat Al-Muddatstsir [74]: 30).
9) Malaikat
yang diserahi untuk mengatur janin di dalam rahim.
Jika seorang hamba telah
sempurna empat bulan di dalam perut ibunya, maka Allah ta’ala mengutus seorang
malaikat kepadanya dan memerintahkannya untuk menulis rezekinya, ajalnya,
amalnya dan sengsara atau bahagianya. (Muttafaqun ‘alaih)
10)
Malaikat Munkar dan Nakir,
Diserahi untuk menanyai mayit ketika telah diletakkan di dalam
kuburnya.
11)
Malaikat pemikul Arsy yang
berjumlah delapan.
12)
Malaikat yang menjaga di
pintu-pint masjid pada hari jum’at.
13)
Malaikat yang mendatangi
hamba di waktu pagi hari.
14)
Malaikat yang mendatangi
tempat-tempat majelis ilmu.
15)
Malaikat-malaikat yang terus
bersujud dan bertasbih kepada Allah ta’ala.
Di antara kekliruan orang-orang kafir:
1) Mereka
meyakini malaikat adalah Anak-anak peerempuan Allah.
Allah ta’ala berfirman:
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ
وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ لَا يَسْبِقُونَهُ
بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ.
"Mereka
berkata, 'Yang Maha Pengasih mempunyai anak.' Mahasuci Dia! Sebenarnya mereka
(para malaikat) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. (QS. Al-Anbiya [21]:26-27).
2) Meyakini malaikat
sebagai pemberi safaat kepada orang-orang musyrik.
Allah ta’ala berfirman:
وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي
السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ
يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى.
"Betapa
banyak malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali
setelah Allah mengizinkan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhai." (QS.
An-Najm [53]: 26)
3) Menyembah malaikat
Allah
ta’ala berfirman:
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا
يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ
اللَّهِ.
“Mereka
menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula
memberi manfaat kepada mereka, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi
syafaat kami di sisi Allah.’” (QS. Yunus [10]: 18)
Dan lain sebagainya.
Adapun faedah beriman kepada para
malaikat diantaranya:
1) Besarnya perhatian Allah kepada hamba-hambanya.
2) Memahami betapa banyaknya malaikat yang tersebar di langit dan
bumi.
3) Besarnya ciptaan Allah yang menunjukkan besarnya penciptanya.
4) Menjadikan kehati-hatian bagi manusia karena dikanan kirinya ada
malaikat yang selalu mencatat dan mengawasi.
5) Manusia dapat mengetahui besarnya kekuatan malaikat dan menunjukkan
kelemahan manusia.
Demikianlah
semoga bermanfaat.
-----000-----
Sragen 09-09-2026
Abu Ibrahim Junaedi.