Selasa, 15 September 2026

MUJMAL USUL BAB 2 No. 5. IMAN KEPADA KITAB-KITAB.

 

MUJMAL USUL BAB 2 No. 5.

IMAN KEPADA KITAB-KITAB.

 

MUJMAL USUL BAB 2 No. 5.

IMAN KEPADA KITAB-KITAB.

 

ه- الْإِيمَانُ بِالْكُتُبِ الْمُنَزَّلَةِ جَمِيعِهَا وَأَنَّ الْقُرْآنَ الْكَرِيمَ أَفْضَلُهَا وَنَاسِخُهَا وَأَنَّ مَا قَبْلَهُ. طَرَأَ عَلَيْهِ التَّحْرِيفُ وَأَنَّهُ لِذٰلِكَ يَجِبُ اتِّبَاعُهُ دُونَ مَا سَبَقَهُ.

5.Beriman kepada seluruh kitab yang diturunkan oleh Allah, dan bahwa Al-Qur’an Al-Karim adalah yang paling utama di antara semuanya serta menghapus (menasakh) kitab-kitab sebelumnya. Kitab-kitab sebelum Al-Qur’an telah mengalami perubahan dan perubahan (tahrif), oleh karena itu wajib mengikuti Al-qur’an saja, bukan kitab-kitab yang sebelumnya.

 

-----000-----

 

 

Penjelasan:

Salah satu bentuk kelembutan Allah ta’ala yaitu dengan diturunkannya kitab-kitab, sebagai petunjuk bagi hamba-Nya.

Allah ta’ala berfirman:

قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Lalu, jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa saja yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.” (QS.Al-Baqarah [2]:38).

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيْعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۚفَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى

Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama. Sebagian kamu (Adam dan keturunannya) menjadi musuh bagi yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, (ketahuilah bahwa) siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.( QS. Thaha [20]:123).

Adapun penjelasanya sebagai berikut:

1.   Beriman kepada kitab-kitab.

Beriman kepada kitab-kitab mencakup empat perkara:

1)  Beriman bahwasanya kitab-kitab itu benar-benar turun dari Allah ta’ala.

Sikap orang-orang beriman sebagaimana yang Allah sebutkan dalam kitab-Nya :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ.

“Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya.” (QS. Al Baqarah [2]: 285)

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ.

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi..” (QS. Al Baqarah [2]: 177).

Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang rukun iman beliau bersabda:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim 8).

2)  Beriman terhadap nama-namanya.

Beriman terhadap nama-nama kitab suci yang telah kita ketahui, adapun yang tidak disebutkan kita imani secara global.

Shuhuf Ibrahim dan Musa

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى . صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى

“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, yaitu shuhuf Ibrahim dan Musa.” (QS. Al-A’la [87]: 18–19)

Kitab Zabur kepada nabi Dawud.

Allah ta’ala berfirman:

وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

“Dan Kami telah memberikan Zabur kepada Dawud.”
(QS. An-Nisa [4]: 163).

Taurat dan Injil.

Allah ta’ala berfirman:

وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

“Dan Dia menurunkan Taurat dan Injil.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 3)

Al-Qur’an

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ.

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra [17]: 9).

Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya mengimani kitab-kitab secara global yang tidak kita ketahui namanya adalah firman Allah ta’ala:

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ.

“Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada para nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya berserah diri kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 136)

Meskipun mengimani kitab-kitab terdalulu kita tidak boleh mengikutinya karena kitab-kitab terdahulu berlaku pada zamannya, Allah telah menasakh (menghapus) dengan Al-Qur’an, tidak sedikit ayat yang ada pada kitab-kitab terdahulu Allah sebutkan pula di dalam Al-Qur’an oleh karena itu  wajib semua manusia mengimani dan mengikutinya.

Adapun kitab-kitab terdahulu telah mereka rubah-rubah, hal ini sebagaimana yang Allah kabarkan:

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ.

“Maka Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al Baqarah [2]: 79)

3)  Membenarkan seluruh beritanya.

Dengan Al-Qur’an Allah meluruskan berita-berita yang tidak benar. Oleh karena itu wajib kita mebenarkan seluruh berita yang Allah kabarkan kepada kita.

Seperti berita tuduhan yang ditujukan kepada Maryam seorang perawan yang suci.

Allah ta’ala berfirman:

فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا

“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka berkata, ‘Wahai Maryam, sungguh engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.’” (QS. Maryam [19]: 27)

Ini terjadi ketika Maryam membawa Isa yang masih bayi kepada kaumnya. Mereka menuduh Maryam telah melakukan sesuatu yang sangat buruk, lalu Maryam menunjuk kepada Isa.

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا ۝ قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ...

“Maka Maryam menunjuk kepadanya. Mereka berkata, ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan orang yang masih dalam buaian sebagai bayi?’ Dia (Isa) berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah hamba Allah...’” (QS. Maryam [19]: 29–30)

Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa mereka telah membunuh dan menyalib Isa. dan nabi Isa alaihissalaam.

وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ.

“Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.” (QS. An-Nisa [4]: 157)

Yang benar Allah telah mengangkat nabi Isa a’alaihi wa sallam.

Allah ta’ala berfirman:

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا.

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa [4]: 158)

Meluruskan berita yang tidak benar atas tuduhan bahwa nabi Sulaiman tukang sihir.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ .

“Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia..” ( QS. Al-Baqarah [2]:102).

Orang-orang munafik menyebarkan berita dusta terhadap umul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, Allah menurunkan ayat-ayat yang membersihkan dirinya.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ.

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga. Janganlah kamu mengira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu.” (QS. An-Nur [24]: 11).

Berita tentang surga wajib kita yakini dan kita benarkan.

Allah ta’ala berfirman:

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah [2]:25).

Berita tentang neraka wajib kita yakini dan kita benarkan.

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ.

“(Sementara itu,) orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 39).

Berita tentang Adzab kubur.

Allah ta’ala berfirman:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ.

“Kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat (dikatakan), ‘Masukkanlah Fir‘aun dan keluarganya ke dalam azab yang paling keras.” (QS. Ghafir [40]: 46)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:

مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ، فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ البَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً، فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ، فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لِمَ فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda:

‘Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang diazab. Keduanya tidak diazab karena perkara yang dianggap besar (oleh manusia). Salah seorang dari keduanya dahulu tidak menjaga diri dari air kencing, sedangkan yang lainnya dahulu berjalan menyebarkan namimah (adu domba).’

Kemudian beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua bagian. Beliau menancapkan satu bagian pada masing-masing kubur. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?’ Beliau menjawab: ‘Semoga azab keduanya diringankan selama kedua pelepah itu belum kering.’” (HR. Al-Bukhari 216, Muslim 292, Ahmad 1980).

4)  Mengamalkan hukum-hukum yang telah jelas dan belum di hapus darinya.

Sebagai seorang muslim wajib kita mengamalkan hukum-hukumnya sesuai dengan kemampuan kita.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjadi penjaga terhadapnya. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 48).

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ.

“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf [12]: 40).

Baik yang berkaitan dengan dzat Allah,  maupun perintah dan larangan kepada hamba-hamban-Nya.

Misalnya Allah menetapan sifat bagi dirinya, atau keberadannya berada di atas Arsy, wajib kita menerima.

Misal di dalam ibadah, Allah perintahkan shalat, agar menggunakan jilbab, agar membagi waris sesuai perintah-Nya.

Demikian pula hukum pinjam-meminjam maupun jual beli tidak boleh ada unsur riba, dan lain sebagainya. (lihat pula kitab Syarahu Usuulil Iman, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin).

2.   Al-Qur’an adalah kalamullah bukan makhluk.

Allah ta’ala berfirman:

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا.

“Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” (QS. An-Nisa [4]: 164)

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ.

“Dan jika di antara orang-orang musyrik ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah dia agar dia sempat mendengar kalam Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya.” (QS. At-Taubah [9]: 6)

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي.

“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Aku. Maka sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha [20]: 14)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.”(HR. Bukhari 3371, Muslim, 2708)

Muktazilah keyakinan mereka sesat, karena meyakini akal lebih tinggi dari dalil, inilah pangkal kesesatan mereka.

3.   Penjagaan Allah terhadap kitab Al-Qur’an.

 

Allah berjanji akan menjaga Al-Qur’an.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ.

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9)

Adapun kitab selainnya Allah serahkan kepada ulama-ulama mereka.

Allah ta’ala berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰىةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّوْنَ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا لِلَّذِيْنَ هَادُوْا وَالرَّبّٰنِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَاۤءَۚ.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Dengannya para nabi, yang berserah diri (kepada Allah), memberi putusan atas perkara orang Yahudi. Demikian pula para rabi dan ulama-ulama mereka (juga memberi putusan) sebab mereka diperintahkan (oleh Allah untuk) menjaga kitab Allah dan mereka merupakan saksi-saksi terhadapnya...” (QS. Al-Maidah [5]: 44).

4.   Al Qur’an mukjizat yang paling besar, yang tidak mampu ditiru maupun dipalsu sampai saat ini.

Allah ta’ala berfirman:

وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ .

Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang apa (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad), buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.Jika kamu tidak (mampu) membuat(-nya) dan (pasti) kamu tidak akan (mampu) membuat(-nya), takutlah pada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]:22-23).

5.   Al-Qur’an juga menyimpan keajaiban yang luar biasa, yang mencocoki para ilmuan sekarang ini.

Misal penciptaan manusia, bertemunya dua lautan yang tak pernah bisa bercampur, bulan telah terbelah, adanya awan cumulonimbus, fakta pohon berdzikir dan masih banyak lagi.

Hendaknya kita memiliki dab-adab yang baik terhadap Al-Qur’an.

Demikianlah semoga bermanfaat.

 

-----000-----

 

 

Sragen 15-09-2026.

Abu Ibrahim Junaedi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUJMAL USUL BAB 2 No. 5. IMAN KEPADA KITAB-KITAB.

  MUJMAL USUL BAB 2 No. 5. IMAN KEPADA KITAB-KITAB.   MUJMAL USUL BAB 2 No. 5. IMAN KEPADA KITAB-KITAB.   ه- الْإِيمَانُ بِالْكُتُبِ ا...