MUJMAL USUL BAB1 NO 1. SUMBER AQIDAH.
١- مَصْدَرُ الْعَقِيدَةِ
هُوَ كِتَابُ اللَّهِ وَسُنَّةُ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
الصَّحِيحَةُ وَإِجْمَاعُ السَّلَفِ الصَّالِحِ.
1.Sumber
akidah adalah Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi
wa sallam yang
sahih, dan ijma‘ salafus shalih.
Penjelasan:
Wajibnya kita berpegang kepada Al Qur’an, Sunnah dan
Ijma’.
1. Berpegang kepada Kitab Allah (Al Qur’an).
Di antara dalilnya yaitu firman Allah ta’ala:
ذَلِكَ
الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ.
“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya;
petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah[2]: 2).
تِلْكَ آيَاتُ
الْكِتَابِ الْحَكِيمِ . هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ.
“Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung
hikmah, Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat
kebaikan.” (QS. Luqman[31]: 2-3).
الر كِتَابٌ
أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ.
“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan
kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya
terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha
Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim[14]: 1).
آمَنَ
الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ.
“Rasul telah
beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadaNya dari Tuhannya, demikian pula
orang-orang yang beriman.” (QS.Al Baqarah[2]:285).
2. Berpegang kepada Sunnah Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam (Al Hadits) .
Perintah
Allah agar kita taat kepada Rasulullah.
وَمَا
أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ.
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk
ditaati dengan izin Allah..” (QS.An-Nisa[4]:64).
مَنْ يُطِعِ
الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ.
“Barang siapa mentaati Rasul (Muhammad) sesungguhnya
dia telah mentaati Allah.” (QS. An-Nisa[4]:80).
وَمَن يُطِعِ
ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
”Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka
sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab[33]:71).
Adapun dalil dari hadits di antaranya sebagai berikut:
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنِّي قَدْ
تَرَكْتُ فِيكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا: كِتَابَ اللَّهِ
وَسُنَّتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ.
“Aku telah tinggalkan pada kamu dua
perkara, kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab
Allah dan Sunnah Rasul-Nya sampai kalian bertemu denganku di telaga.” (HR.
al-Hakim di dalam mustadraknya no. 319, Disahihkan oleh Syaikh al-Albani di
dalam Sahihul Jami’ no. 2937).
Allah mengancam orang-orang yang tidak mau taat kepada
Allah dan Rasul-Nya.
وَمَنْ
يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّحُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا
فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ.
“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke
dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang
menghinakan.” (QS. An-Nisa [4]:14)
3.
Ijma’ Para Sahabat.
Ijma’
para sahabat merupakan hujjah( dalil).
Allah
ta’ala berfirman:
كُنتُمْ
خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّه.
“Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang
munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran [3] : 110).
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ
فَقَدِ اهْتَدَوْا.
“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman
kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk..” (QS. Al Baqarah [2]: 137).
خَيْرُ
النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.
“Sebaik-baik generasi adalah generasiku,
kemudian generasi setelah mereka, kemudian setelah mereka lagi.” (HR.
al-Bukhari no. 2652, Muslim no. 2533. Dengan lafald dari al-Bukhari).
لاَ
تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا
بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ.
“Jangan kalian mencela para sahabatku,
seandainya salah seorang kalian menginfakkan emas sebesar Uhud tidak akan bisa
menyamai satu mud-nya mereka tidak juga setengahnya.”(HR. al-Bukhari no. 3673, Muslim no. 2540).
إنَّ اللَّهَ
لَا يَجْمَعُ هَذِهِ الْأُمَّةَ عَلَى ضَلَالَةٍ أَبَدًا.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan umat ini
di atas kesesatan selamanya.” (HR. Ibnu Majah no. 3940, al-Hakim no. 201-202,
at- Tirmidzi no. 2269 dan diShahihkan syaikh al-Albani di dalam Shahihul Jami’
no. 1848, al-Misykah no. 173).
Allah
mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan para sahabat.
Allah ta’ala berfirman:
وَمَنْ
يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ
سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ
مَصِيرًا.
“Dan barang siapa menentang Rasul
(Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan
jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah
dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan Jahannam
itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisaa [4]: 115).
Ini merupakan pokok utama bagaimana seorang
mukmin di dalam mengambil sumber Aqidah di dalam memahami agama mereka, jika
mereka meninggalkan pemahaman ini (Al-Qur’an, Sunnah dan ijma’ para Sahabat)
sudah bisa dipastikan mereka pasti akan tersesat, dan mereka di ancam dengan
neraka sebagaimana ayat di atas.
Demikianlah semoga Allah menjaga kita dari ketergelinciran dan kesesatan
-----000-----
Sragen 10-08-2025
Abu Ibrahim Junaedi Abdullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar