Minggu, 02 Agustus 2026

MUJMAL USUL BAB1 NO 1. SUMBER AQIDAH.

 MUJMAL USUL BAB1 NO 1. SUMBER AQIDAH.



 

١- مَصْدَرُ الْعَقِيدَةِ هُوَ كِتَابُ اللَّهِ وَسُنَّةُ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّحِيحَةُ وَإِجْمَاعُ السَّلَفِ الصَّالِحِ.

1.Sumber akidah adalah Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sahih, dan ijma‘ salafus shalih.

 

Penjelasan:

Wajibnya kita berpegang kepada Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’.

1.   Berpegang kepada Kitab Allah (Al Qur’an).

Di antara dalilnya yaitu firman Allah ta’ala:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ.

“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah[2]: 2).

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ . هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ.

“Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah,  Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Luqman[31]: 2-3).

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ.

“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim[14]: 1).

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ.  

“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadaNya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.” (QS.Al Baqarah[2]:285).

2.   Berpegang kepada Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (Al Hadits) .

Perintah Allah agar kita taat kepada Rasulullah.

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ.

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah..” (QS.An-Nisa[4]:64).

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ.

“Barang siapa mentaati Rasul (Muhammad) sesungguhnya dia telah mentaati Allah.” (QS. An-Nisa[4]:80).

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

”Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab[33]:71).

Adapun dalil dari hadits di antaranya sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ.

“Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya sampai kalian bertemu denganku di telaga.” (HR. al-Hakim di dalam mustadraknya no. 319, Disahihkan oleh Syaikh al-Albani di dalam Sahihul Jami’ no. 2937).

Allah mengancam orang-orang yang tidak mau taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّحُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ.

“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.” (QS. An-Nisa [4]:14)

3.   Ijma’ Para Sahabat.

Ijma’ para sahabat merupakan hujjah( dalil).

Allah ta’ala berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّه.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran [3] : 110).

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا.

“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk..” (QS. Al Baqarah [2]: 137).

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelah mereka, kemudian setelah mereka lagi.” (HR. al-Bukhari no. 2652, Muslim no. 2533. Dengan lafald dari al-Bukhari).

لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ.

“Jangan kalian mencela para sahabatku, seandainya salah seorang kalian menginfakkan emas sebesar Uhud tidak akan bisa menyamai satu mud-nya mereka tidak juga setengahnya.”(HR. al-Bukhari  no. 3673, Muslim no. 2540).

إنَّ اللَّهَ لَا يَجْمَعُ هَذِهِ الْأُمَّةَ عَلَى ضَلَالَةٍ أَبَدًا.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan umat ini di atas kesesatan selamanya.” (HR. Ibnu Majah no. 3940, al-Hakim no. 201-202, at- Tirmidzi no. 2269 dan diShahihkan syaikh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no. 1848, al-Misykah no. 173).

Allah mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan para sahabat.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا.

“Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisaa [4]: 115).

Ini merupakan pokok utama bagaimana seorang mukmin di dalam mengambil sumber Aqidah di dalam memahami agama mereka, jika mereka meninggalkan pemahaman ini (Al-Qur’an, Sunnah dan ijma’ para Sahabat) sudah bisa dipastikan mereka pasti akan tersesat, dan mereka di ancam dengan neraka sebagaimana ayat di atas.

Demikianlah semoga Allah menjaga kita dari ketergelinciran dan kesesatan


-----000-----


Sragen 10-08-2025

Abu Ibrahim Junaedi Abdullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUJMAL USUL BAB1 No. 11. BERSIKAP PERTENGAHAN DALAM MEMBANTAH

  MUJMAL USUL BAB1 No. 11. BERSIKAP PERTENGAHAN DALAM MEMBANTAH   - يَجِبُ الِالْتِزَامُ بِمَنْهَجِ الْوَحْيِ فِي الرَّدِّ كَمَا يَجِ...