Senin, 04 Agustus 2014

ADAP-ADAP MENGGUNAKAN HP.




             Pada jaman kita ini hampir tidak kita jumpai orang yang tidak mengenal hp, baik dari kalangan orang tua, remaja, bahkan anak-anak. Namun sangat di sayangkan benda ini tak ubahnya seperti pisau bermata dua, seandainya tidak menggunakan selayaknya sebagaimana mestinya,  niscaya akan menjadi bencana dunia akhirat bagi pemiliknya, dan dampak seperti ini telah banyak terjadi diantaranya meningkatnya kasus perselingkuhan yang berakhir pada perceraian(http://www.tribunnews.com/regional/2013/10/01/perceraian-di-merangin-meningkat-gara-gara-handphone-untuk-selingkuh) meningkatnya kecelakaan. ( http://www.sby.dnet.net.id/dnews/maret-2011/article-kecelakaan-di-jalan-akibat-ponsel-makin-meningkat-20.html)   maraknya penipuan (http://cauchymurtopo.wordpress.com/tag/penipuan-lewat-hp/) dan banya sekali yang tidak mungkin di sebutkan semua. Oleh karena itu membahas permasalahan ini saya pandang penting mengingat hp seakan sudah menjadi bagian dari kebutuhan hampir semua manusia.
Perlu di ketahui hp sebenarnya termasuk nikmat yang Allah berikan kepada hambanya oleh karena itu, hendaknya kita berusaha menggunakan sesuai keridhaan Allah  sehingga dengannya Allah akan memberkahi dan menjadikan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Diantara adab menggunakan hp adalah:
1.    Berusaha untuk menyebut bismillah walaupun  tidak terus menerus pada saat menggunakan.
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ أَقْطَعُ
Setiap perkara yang memiliki kepentingan, tidak diawali dengan “Bismillahirahmanirrahim” maka dia terputus.” H.R. As-Subuky dalam “Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Kubra” (6/1) Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany berkata: “lemah”  Irwa’ Al-Ghalil: (1/29-30). Meskipun dha’if dalam rangka untuk mencari berkah kepada Allah dan memohon pertolongan kepada Allah dalam aktifitasnya hal ini tidak mengapa sebagaimana menurut beberapa ulama.
  1. Tidak menelfon kecuali dalam keadaan benar-benar penting. Terkadang penerima berada pada permasalahan yang rumit( njlimet)  dan juga tegang, seperti memecahkan permasalahan, sedang mengendarai kendaraan di jalan raya, sedang istirahat, tidak enak badan atau sedang tidak mau di ganggu .



  1. Mengucapkan salam kecuali kepada orang yang telah jelas identitasnya bukan orang muslim atau orang yang tidak suka dengan islam .
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ.
Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik. Demikianlah Allah me njelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. QS.24. An Nur 61.
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ، وإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
“Hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya ada enam.” Ditanyakan kepada beliau: “Apa saja itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Jika berjumpa ucapkan salam kepadanya, jika dia mengundangmu penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu nasihatilah dia, jika dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah maka ucapkan yarhamukallah, jika dia sakit jenguklah dia, jika dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1183, Muslim no. 2162, lafadz Muslim.)
  1. Tidak menggunakan nada-nada yang terlarang dalam islam seperti music yang terlarang dalam islam, ataupun ayat-ayat Al Qur’an dikarenakan panggilan setiap saat terjadi, terkadang seseorang berada di tempat yang tidak layak di lantunkan ayat-ayat dari Al Qur’an demikian pula terkadang mengangkat hp sementara ayat tersebut belum memiliki arti yang komplit.

  1. Menyebutkan identitas diri sehingga tidak menimbulkan salah paham dan menjahui nama samaran atau yang memiliki makna ganda.

  1. Menggunakan kalimat yang ringkas jelas dan mudah dipahami agar terhindar dari Kesalah pahaman, baik dikarenakan pemahaman orang yang di ajak bicara dangkal atau karena ucapan penelfon yang bertele-tele.
  2. Menggunakan waktu sesingkat mungkin dan tidak banyak  mengulang kata-kata agar tidak memakan waktu lama sehingga menjadikan pemborosan biaya, begitu pula waktu yang lama terkadang menjenuhkan penerima, oleh karena itu tidak mengapa bertanya keadaan penerima, apakah waktunya longgar atau tidak, demikian ini jika bermaksud berbicara panjang lebar.

  1. Berbaik sangka terhadap penerima adakalanya penerima sibuk, atau memang tidak memiliki pulsa untuk member balasan, begitu pula jika penerima memberi jawaban singkat, kita harus berbaik sangka, seorang suami atau istri juga harus saling berbaik sangka, jangan sampai kalimat yang ada di hp di terima mentah-mentah tanpa minta penjelasan terlebih dahulu sampai permasalahan jelas,  sehingga tidak menjadikan rumah tangga berantakan, sebab ada kalanya rekan suami atau istri membuat kalimat yang memancing emosi suami istri tersebut, baik dengan niat bercanda ataupun dengan niat jahat.


  1. Adanya keterbukaan masalah hp antara suami istri, tidak saling tertutup demikian ini agar tidak menumbuhkan saling curiga.

  1. Tidak menyinggung hati penerima, kecuali jika memang ada kebutuhan dan kebaikan di dalamnya terutama untuk maslahat pribadi seseorang yang terdzolimi  ataupun kepentingan umum.


  1. Jangan menggunakan hp di saat mengendarai kendaraan terutama membalas sms, akan tetapi tunggulah sesaat atau berhenti dahulu, karena bencana ini tidak sedikit, bukan hanya mengancam diri sendiri tapi juga nyawa orang lain.

  1. Tidak menggunakan untuk hal-hal yang terlarang seperti mengakses situs-situs porno, menyimpan gambar porno terlebih menyebarkannya, merusak rumah tangga orang seperti selingkuh, menteror orang lain, menipu, judi online, menyimpan lagu dan music, merekam pembicaraan orang lain dengan niat jahat dan lain sebagainya.

  1. Mematikan ponsel atau mengaktifkan tanpa nada (mode silent diam, getar) saat memasuki masjid, majelis, rapat dan lain-lain karena sangat mengganggu yang lain dan juga pembicaranya. Namun jika terlanjur hendaknya segera di matikan.

  1. Mengambilkan untuk suami jika ada panggilan terlebih hp tersebut miliknya, kecuali memang jelas dari kerabat atau seorang perempuan yang merupakan teman istrinya mengingat laki-laki pemimpin bagi wanita.

  1. Tidak memutuskan perkara-perkara yang besar dengan sendiri di kuatirkan jika sekiranya suami atau istri tahu tidak mengijinkan sebaiknya bermusyawarah terlebih dahulu, begitu pula dalam  menanggapi undian, kuis berhadiah, atau kejutan-kejutan yang menjadikan penerima lupa diri, yang pada umumnya hanya dikirimkan orang-orang yang suka membual dan menipu.

  1. Tidak memberikan nomor kepada sembarangan orang tanpa ada tujuan yang jelas.

  1. Tidak memberikan kesempatan bagi orang yang tidak layak atau belum cukup umur untuk menggunakan hp, terlebih di masa kini yang bisa di sambungkan ke internet dan di akses kemana-mana sehingga bisa merusak masa depan anak-anak itu sendiri.

  1. Bagi seorang kepala keluarga atau yang semisalnya hendaknya sesekali mengecek hp milik istri, anak, ataupun orang yang di amanahkan untuk di bimbing, agar terhindar dari penyalahgunaan hp.

  1. Tidak menutup hp di saat berlangsung pembicaraan meskipun dirinya merupakan atasan dari penerimanya tersebut,
 baik karena jengkel, karena malas, kecuali karena alasan yang tidak bisa ditawar seperti sinyal hilang, batrai habis, atau memberikan dampak negatif  demikian pula jika ada yang sangat mendesak dan lebih penting dari sekedar telfon tersebut hal ini tidak mengapa, karena memutuskan tanpa adanya sebab akan menyakiti orang yang di ajak bicara, jika memang karena suatu hal hendaknya mengemukakan alasan dengan baik setelah urusanya selesai agar menetramkan hati penerima tersebut.

  1.  Menyudahi dengan ucapan yang menyenangkan, baik itu salam, doa khusus, atau harapan untuk kebaikan bersama.

Demikianlah secara ringkas adab menggunakan hp semoga bermanfaat.


                                                                                                            Di susun oleh Abu Ibrahm.

Kamis, 16 Januari 2014

SYURGA DAN KENIKMATANNYA.

Oleh A. Ibrahim Junaedi
PERINTAH MEMINTA SYURGA.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ
Rasulullah SAW. Bersabda “ …ya Allah berikanlah kepada hamba Syurga dan apa saja yang mendekatkan padanya dan lindungilah hamba dari Neraka dan apa saja yang mendekatkan padanya.HR. Ibnu Majah 3846. Di sahihkan syaikh Albani di As Sahihah 1542.
وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.QS. 9.At Taubah:72.

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diidamkan oleh jiwa dan sedap (dipandang) mata.” (az-Zukhruf: 71)
Al-‘Allamah Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di Rahimahullah menafsirkan ayat di atas dengan ucapannya, “Kalimat (dalam ayat) ini merupakan lafadz yang jami’ (mengumpulkan semuanya). Ia mencakup seluruh kenikmatan dan kegembiraan, penenteram mata, dan penyenang jiwa. Jadi, seluruh yang diinginkan jiwa, baik makanan, minuman, pakaian, maupun pergaulan dengan pasangan hidup, demikian pula hal-hal yang menyenangkan pandangan mata berupa pemandangan yang bagus, pepohonan yang indah, hewan-hewan ternak, dan bangunan-bangunan yang dihiasi, semuanya bisa didapatkan di dalam surga. Semuanya telah tersedia bagi penghuninya dengan cara yang paling sempurna dan paling utama.” (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 769)
1.       BAU SYURGA
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” HR.Bukhari  3166.

2.     PINTU SYURGA DAN LUASNYA.
وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya Telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".QS.39.Az Zumar:73.

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.

"Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudlu, lalu menyampaikan wudlunya atau menyempurnakan wudlunya kemudian dia bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan pintu surga yang delapan akan dibukakan untuknya. Dia masuk dari pintu manapun yang dia kehendaki'." HR. Muslim 345.
"تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا."
"Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” HR. Muslim 1987

3.       ORANG YANG PERTAMA MASUK SYURGA.
قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : آتي بَاب الجنةِ يومَ القيامةِ فأستفتِح، فيقولُ الخازنُ : مَن أَنتَ ؟ فأقولُ : محمدٌ، فيقولُ : بكَ أُمرتُ لا أفتحُ لأحدٍ قبلَكَ.
Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam : “Aku akan mendatangi pintu surga di hari kiamat kelak, lalu aku minta agar dibukakan. Penjaga pintu bertanya : ‘Siapakah engkau ?’. Aku menjawab : ‘Aku adalah Muhammad’. Ia berkata : ‘Hanya denganmu aku diperintahkan (agar) aku tidak membukanya untuk siapapun sebelummu”. HR. Muslim 188.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الْأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ
"Rasulullah SAW bersabda, 'Orang-orang fakir miskin dari kaum mukmin akan masuk surga sebelum orang kaya dengan jarak setengah hari, (yang setara) dengan lima ratus tahun." H.R. Ibnu Majah 4122. At Tirmdzi. 3/84.
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.QS.22.Al Hajj:47.
عرض علي أول ثلاثة من أمتي يدخلون الجنة وأول ثلاثة يدخلون النار , فأما أول ثلاثة يدخلون الجنة : فالشــــــــهيد, وعبــــــــــد مملوك لم يشغله رق الدنيا عن طاعة ربه , وفقيــــــــــــــر متعفف ذو عيال رواه الإمام أحمد في مسنده
Rasulullah SAW  bersabda, “Diperlihatkan kepadaku tiga orang pertama dari umatku yang masuk Syurga dan tiga orang pertama dari umatku yang masuk neraka. Adapun tiga orang yang pertama masuk syurga adalah orang yang syahid, budak yang pekerjaannya tidak menyibukkannya dari taat kepada Allah, dan orang fakir yang tidak meminta-minta. HR. Ahmad 2/425 At Tirmidzi 3/97.
وَلَقَدْ ذُكِرَ لَنَا أَنَّ مَا بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ مَسِيْرَةُ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَيْهَا يَوْمٌ وَهُوَ كَظِيْظٌ مِنْ الزِّحَامِ
 “Kami telah diberitahu bahwa jarak antara kedua daun pintu Surga itu sejauh perjalanan 40 tahun, akan tetapi akan datang suatu masa dimana pintu Surga akan didatangi dalam keadaan penuh berdesakan.” HR. Muslim 5268.
4.       UCAPAN SELAMAT PARA MALAIKAT
 جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ  .
 (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.QS.13. Ar Ra’d:23

  1. ORANG BERIMAN  BEROMBONGAN MASUK KEDALAM SYURGA
 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لَا يَبُولُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ، وَلَا يَتْفُلُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ، أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ، وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ وَمَجَامِرُهُمُ الْأَلُوَّةُ  وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ، عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ سِتُّونَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ"
Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga dalam rupa seperti bulan purnama. Adapun rombongan setelah mereka dalam rupa bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Tidaklah mereka buang air kecil, buang air besar, beringus, dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka adalah misk (minyak wangi), mijmar (wadah minyak wangi) mereka adalah kayu gaharu India, istri-istri mereka adalah para bidadari, dan bentuk tubuh mereka semua sama, yaitu seperti bentuk tubuh ayah mereka Adam sepanjang enam puluh hasta menjulang ke langit”.HR. Bukhari 6/318 Muslim 4/2178.

  1. TINGKATAN SYURGA
وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُوْلَئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلَى
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh Telah beramal saleh, Maka mereka Itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang Tinggi (mulia). QS.20 Tahaa:75.
عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال : مَن آمن بالله ورسوله، وأقام الصلاة، وصام رمضان؛ كان حقاً على الله أن يُدخلَه الجنة؛ هاجرَ في سبيل الله، أو جلس في أرضه التي وُلد فيها، قالوا : يا رسول الله! أفلا نُنبِئُ الناسَ بذلك ؟ قال : إنَّ في الجنة مئةَ درجةٍ أعدَّها اللهُ للمجاهدين في سبيله، كل درجتين ما بينهما كما بين السماء والأرض، فإذا سألتُم اللهَ فسلُوهُ الفردوسَ الأعلى؛ فإنَّهُ أَوسطُ الجنةِ وأعلى الجنة، وفوقه عرشُ الرحمن، ومنه تُفجر أنهار الجنة.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan Ramadlan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke dalam surga. Ia berhijrah di jalan-Nya atau tetap tinggal di negeri tempat ia dilahirkan”. Para shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah kami boleh memberitahu orang-orang mengenai hal itu ?”. Beliau bersabda“Sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta (berdoa) kepada Allah, maka mintalah Firdaus yang tertinggi. Sesungguhnya ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman (Allah). Dari sanalah sungai-sungai surga mengalir”.HR. Bukhari Shahiihul-Jaami’. 7873.

  1. PENGHUNI SYURGA YANG PALING RENDAH DERAJATNYA.
قَالَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((سَأَلَ مُوسَى رَبَّهُ مَا أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً؟ قَالَ: هُوَ رَجُلٌ يَجِيءُ بَعْدَ مَا أُدْخِلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ: ادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ كَيْفَ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَأَخَذُوا أَخَذَاتِهِمْ؟ فَيُقَالُ لَهُ: أَتَرْضَى أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا؟ فَيَقُولُ: رَضِيتُ رَبِّ، فَيَقُولُ لَكَ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ فَقَالَ فِي الْخَامِسَة:ِ رَضِيتُ رَبِّ، قَالَ: رَبِّ فَأَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً؟ قَالَ: أُولَئِكَ الَّذِينَ أَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرَامَتَهُمْ بِيَدِي وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَر)) قَالَ: وَمِصْدَاقُهُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ( .
Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam : “Musa pernah bertanya kepada Rabbnya : ‘Siapakah yang termasuk penduduk surga paling rendah kedudukannya ?’. Allah berfirman : ‘Ia adalah laki-laki yang datang setelah penduduk surga dimasukkan ke dalam surga. Dikatakan kepadanya : ‘Masuklah ke dalam surga’. Laki-laki tersebut berkata : ‘Wahai Rabbku bagaimana caranya ?. Semuanya telah menempati tempatnya masing-masing dan mengambil bagiannya’. Dikatakan kepadanya : ‘’Apakah engkau ridla jika diberikan kepadamu apa-apa yang dimiliki oleh seorang raja di antara raja-raja dunia ?’. Ia berkata : ‘Ya, aku ridla’ wahai Rabbku!. Allah berfirman : ‘Bagimu yang semisalnya, yang semisalnya, yang semisalnya, dan yang semisalnya’. Dan ia berkata untuk yang kelima kalinya : ‘Aku ridla wahai Rabbku!’. Allah kembali berfirman : ‘Ini bagimu sepuluh kali lipatnya. Dan bagimu pula segala apa yang diinginkan jiwamu dan yang menyenangkan pandanganmu’. Ia berkata : ‘Aku ridla, wahai Rabbku’. Musa bertanya : ‘Wahai Rabb, siapakah orang yang mempunyai kedudukan paling tinggi ?’. Allah berfirman : ‘Mereka adalah orang-orang yang aku pilih. Aku menanam kemuliaan mereka dengan tangan-Ku sendiri dan Aku tutup dengannya. Kenikmatan itu tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas oleh jiwa manusia”.HR.Muslim.

  1. ISTANA SYURGA.
أن رسولَ اللهصلى الله عليه وآله وسلم – قال : إِنَّ لِلْمُؤْمِنِ فِي الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ طُولُهَا سِتُّونَ مِيلًا لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ يَطُوفُ عَلَيْهِمْ الْمُؤْمِنُ فَلَا يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا
Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya bagi seorang mukmin diberikan satu kemah di surga yang terbuat dari mutiara yang berongga. Panjangnya enam puluh mil. Dan bagi seorang mukmin disediakan beberapa orang istri yang selalu digilirnya, dimana masing-masing (istri itu) tidak bisa melihat satu dengan yang lainnya”. Mutafaqun ‘alaih

عن النبي – صلى الله عليه وآله وسلم – قال  ثُمَّ انْطَلَقَ بِي جِبْرِيلُ حَتَّى نَأْتِيَ سِدْرَةَ الْمُنْتَهَى فَغَشِيَهَا أَلْوَانٌ لَا أَدْرِي مَا هِيَ قَالَ ثُمَّ أُدْخِلْتُ الْجَنَّةَ فَإِذَا فِيهَا جَنَابِذُ اللُّؤْلُؤَ وَإِذَا تُرَابُهَا الْمِسْكُ
Dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : “….kemudian Jibriil berjalan bersamaku hingga kami sampai di Sidratul-Muntahaa. Ternyata ia dilingkupi oleh warna-warni yang aku tidak tahu apa itu”. Beliau berkata : “Kemudian aku dimasukkan ke surga, yang ternyata di dalamnya ada kemah-kemah dan kubah-kubah dari mutiara. Dan debunya terbuat dari misk”. Mutafaqun ‘alaih
.أن رسولَ اللهصلى الله عليه وآله وسلم – قال  جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَمَا بَيْنَ الْقَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ إِلَّا رِدَاءُ الْكِبْرِيَاءِ عَلَى وَجْهِهِ فِي جَنَّةِ عَدْنٍ
Bahwasannya Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Dua buah surga terbuat dari perak, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Dua buah surga terbuat dari emas, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Tidaklah ada (penghalang) antara satu kaum dengan pandangan mereka kepada Rabb mereka kecuali selendang kebesaran di wajah-Nya di surga ‘Adn”. Mutafaqun ‘alaih.
عن جابر بن عبد الله – رضي الله عنه – قال : قال رسولُ الله – صلى الله عليه وآله دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَإِذَا أَنَا بِقَصْرٍ مِنْ ذَهَبٍ فَقُلْتُ لِمَنْ هَذَا الْقَصْرُ قَالُوا لِشَابٍّ مِنْ قُرَيْشٍ فَظَنَنْتُ أَنِّي أَنَا هُوَ فَقُلْتُ وَمَنْ هُوَ فَقَالُوا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ!.
Dari Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam : “Aku pernah masuk ke surga, yang ternyata di dalamnya terdapat istana dari emas. Aku bertanya : ‘Untuk siapakah ini ?’. Mereka berkata : ‘Untuk seorang laki-laki dari Quraisy’. Aku menyangka bahwa akulah orang tersebut. Lalu aku pun kembali bertanya : ‘Siapakah ia ?’. Mereka menjawab : ‘’Umar bin Al-Khaththaab’. HR Bukhari,Muslim Tirmidzi.

  1. PEPOHONAN DI SYURGA.
عن النبي – صلى الله عليه وآله وسلم – قال : إِنَّ في الجنةِ شجرةً يسيرُ الراكبُ الجوادُ المضمَّرُ مئةَ عامٍ ما يقطعُهَا
Dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya di surga terdapat satu pohon yang seandainya seorang berjalan dengan satu kendaraan yang paling bagus dan mampu berjalan selama selama seratus tahun, niscaya tidak akan selesai melewatinya”. Mutafaqun ‘alaih.
 قال رسولُ الله – صلى الله عليه وآله وسلم – : ((ما في الجنة شجرةٌ إلا وساقُها مِن ذهبٍ.
Telah bersabda Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam : “Tidaklah ada satu pohon pun di surga kecuali batangnya terbuat dari emas”. Shahihul-Jaami’ no. 5523.

  1. PASAR DI SYURGA.
أن رسولَ الله – صلى الله عليه وآله وسلم – قال : ((إِنَّ في الجنة لسوقاً يأتونها كلَّ جمعةٍ، فتهُبُّ ريحُ الشَّمال، فتحثو في وجوههم وثيابهم، فيزدادون حُسناً وجمالاً، فيرجعون إلى أهليهم وقد ازدادوا حُسناً وجمالاً، فيقول لهم أهلوهم : والله لقد ازدَدْتُم بَعدنا حُسناً وجمالاً، فيقولون : وأنتم واللهِ لقد ازددتُم بعدنا حُسناً وجمالاً)).
Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya di surga terdapat pasar yang diramaikan hanya pada hari Jum’at. Maka ketika itu angin berhembus dari arah utara dan menerpa wajah-wajah dan pakaian mereka sehingga menambah indah dan rupawan. Mereka pun kembali pada keluarga mereka yang juga bertambah indah dan rupawan. Keluarga mereka berkata : ‘Demi Allah, sungguh engkau bertambah indah dan rupawan’. Mereka pun berkata : ‘Dan kalian, demi Allah, juga bertambah indah dan rupawan”. Muslim
Fatwa Syaikh Utsaimin
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata dalam Fatawa Nuur 'Alaa al-Darb, "Apabila seseorang masuk syurga, apakah ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya? Ya, ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya dan orang-orang yang membuat hatinya senang, berdasarkan firman Allah, "Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (QS. 43.Az-Zukhruf: 71)
Bahkan, seseorang akan berkumpul bersama anak-anaknya di satu manzilah jika sebelumnya seorang anak berada di bawah manzilah (tingkatan)-nya. Sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS.52 Ath-Thuur: 21)

BAB 7 SOAL 1. TAWASSUL DAN MEMINTA SYAFAAT.

  BAB 7 SOAL 1. TAWASSUL DAN MEMINTA SYAFAAT.     س ١ - بِمَاذَا نَتَوَسَّلُ إِلَى اللَّهِ؟ Soal 1 : Dengan apa kita bertawassul...