Kamis, 11 Juli 2019

BERIMAN TERHADAP KITAB-KITAB.


Hasil gambar untuk gambar keindahan kitab




Al kutubu, bentuk jamak dari kitab yang artinya sesuatu yang tertulis.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan: “Kitab (biasa disebut dengan Kitab suci) adalah kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya sebagai rahmat untuk para makhluk-Nya, dan petunjuk bagi mereka, supaya ereka mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.” lihat kitab Rasaail fil `Aqiidah karya Syaikh Utsaimin.
Beriman kepada kitab-kitab mencakup empat perkara, sebagaimana ini juga di sebutkan syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin di dalam syarah “Usulul Iman”, yaitu:

1.    Beriman bahwasanya kitab-kitab itu benar-benar  turun dari Allah ta’ala.
Sikap orang-orang yang beriman sebagaimana yang Allah sebutkan dalam kitabNya, Alloh berfirman :
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ.
 Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya. QS Al Baqarah [2]:285

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi ..QS Al Baqarah [2]:177

2.    Beriman terhadap nama-nama yang telah kita ketahui, seperti Al Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam,Taurot diturunkan kepada nabi Musa Aalaihi sallam, Injil diturunkan kepada nabi Isa ‘alahi Sallam , Zabur diturunkan kepada nabi Dawud Alaihi wa sallam, Adapun yang tidak kita ketahui namanya kita imani secara global, seperti suhuf Ibrahim dan Musa.
Allah ta'ala berfirman:
إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى . صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى .
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.  Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya Ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. QS Al A’la[ 87]: 18-19.
وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ…
Dan (Ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil,.. QS Al Maidah [5]:110.

3.    Membenarkan seluruh berita yang benar darinya, sebagaimana seperti berita didalam Al Qur’an dan berita  dari kitab-kitab yang dahulu apa yang belum dirobah dan di slewengkan.
Karena kitab-kitab dahulu telah banyak dirobah-robah, sebagaimana Allah ta’ala sebutkan di Al Qur’an:
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ.
Maka Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. QS Al Baqarah [2]:79.
Seperti berkaitan dengan Isa. Allah ta’ala berfirman:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا . بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا .
Dan Karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya kami Telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Al Qur’an sebagai penyempurna dari kitab-kitab semua sehingga kebaikan yang ada pada kitab-kitab dahulu juga di muat di dalam Al Qur’an sebagaimana firman Allah ta’ala:
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ.
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. QS Al Baqarah [2]:83

4. Mengamalkan hukum-hukum yang telah jelas dan belum di hapus darinya.
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا.
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. QS Al Maidah [5]:48.
Hendaknya kita membacanya, berusaha memahaminya, dengan pemahaman yang benar, menggunakan kaedah-kaedah sebagaimana yang telah di jelaskan para ulama, mengamalkan hukum-hukumnya baik itu terkait Aqidah, Ibadah, Muamalah dan juga akhlaq, seperti supaya kita menyembah hanya kepada Allah ta’ala, mentaati Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam, meneladani beliau, berbakti kepada kedua orang tua, karena Allah memerintahkan hal itu, hendaknya kita taat tunduk kepada Allah serta menerima semua putusan Allah, yang berkaitan dengan hukum seperti warisan dan lain-lain, juga  apa yang di perintahkan kepada para wanita agar memakai pakaian syar’i, memakai jilbab, menetapi di rumah-rumah mereka semua tidak lain karena sayangnya Allah ta’ala kepada mereka, demikan juga agar kita meninggalkan riba, minum khamer, berjudi, dan lain sebagainya, yang semua itu di sebutkan di dalam Al Qur’an.
Demikian itu bentuk refleksi  keiman kepada kitab-kitab yang semua tertuang di dalam Al Qur’an.  

Abu Ibrahim, Junaedi Abdullah


Minggu, 12 Mei 2019

KEUTAMAAN SEDEKAH




 Betapa besarnya keutamaan sedekah sampai-sampai Allah ta’ala menghasung berkali-kali di dalam Al Qur’an dan menyebutkan penyesalan orang-orang yang belum sempat bersedekah:

Allah ta’ala berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ.

“Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia berkata: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shalih.” (QS. Al Munafiqun[63]: 10).

Allah ta’ala memerintahkan kepada kita agar bersedekah dengan harta yang kita cintai.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ.

“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai.” (QS. Ali Imran[3]: 92).

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

“Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah’, sementara malaikat satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit.’ (HR. Bukhari 1442, Muslim 1010).

Demikianlah malaikat akan mendoakan kebaikan orang yang berderma dengan hartanya dan mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang bahil dan pelit.

Adapun keutamaan sedekah sangat banyak sekali, diantaranya:

 1.  Sedekah merupakan bukti keimanan seseorang.

Allah berfirman:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'”.(QS. Al-Baqarah[2]:43).

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ.

“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu penerang, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR.           Muslim 223, Ahmad 22908, Ibnu Majah 280).

2.  Sedekah dapat menyelamatkan dari api neraka.

Allah ta’ala berfirman:

وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى . الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى.

 

 

“Dan orang yang paling bertakwa akan dijauhkan dari neraka, (yaitu) orang yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan dirinya.” (QS. Al-Lail[92]:17-18).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ, فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ.

“Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Bukhari 6023, Muslim 1016).

3.  Sedekah akan akan mendapatkan naungan di padang makhsyar.

Disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ، فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا.

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan kepada makhluk hingga jaraknya hanya satu mil. Maka manusia akan berkeringat sesuai dengan amal perbuatan mereka. Ada yang keringatnya sampai ke mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai pinggang, dan ada yang sampai menenggelamkan dirinya." (HR. Muslim 2864).

كُلُّ امْرِئٍ فِى ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ.

“Setiap orang akan berada di naungan amalan sedekahnya hingga ia mendapatkan keputusan di tengah-tengah manusia.” (HR. Ahmad 17333, Ibnu Khudaimah 2431, dihasankan Syaikh al-Albani di dalam Shahihu Al-Jami’ 4510).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ.

“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

1)   Imam yang adil.

2)   Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah.

3)   Seorang yang hatinya bergantung ke masjid.

4)   Dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya.

5)   Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.

6)   Seseorang yang bershadaqah dengan menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya.

7)   Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian lalu ia meneteskan air matanya.  (HR Bukhari 660, Muslim 1031).                      4.  Sedekah akan melipat gandakan harta.

Allah ta’ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah[2]:161).

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ.

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim 2588, Ahmad 7206).

5.   Sedekah menjadikan harta menjadi berkah.

Allah ta’ala berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا.

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.." (QS. At-Taubah[9]: 103).

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 276).

6. Sedekah akan menghapus dosa dan menghilangkan kemurkaan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ.

Sedekah akan menghapus dosa sebagaimana air dapat mematikan api (HR. Ahmad 22133, Tirmidzi 2616, Ibnu Majah 4210, di shahihkan Syaikh al-Albani, di dalam Shahihu al-Jami’ 5136).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا.

“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panas terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Ahmad 10583, Muslim 2245).

7.   Sedekah akan meredam panasnya kubur seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ عَنْ أَهْلِهَا حَرَّ الْقُبُورِ.

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Tabrani 788, dihasankan Syaikh al-Albani, di dalam At-Targhib 873).

8. Sedekah akan tetap mengalir pahalanya meskipun pelakunya sudah meninggal.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau do’a anak yang shalih.” (HR. Muslim 1631, Abu Dawud 2880).

9.   Sedekah akan menjauhkan sifat kemunafikan.

Sedekah akan menjauhkan orang lain dari sifat hasad, iri, dengki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا ، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

“Wahai para wanita muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kambing yang diberi.” (HR. Bukhari 2566 dan Muslim, 1030).

تَهَادَوْا تَحَابُّوا.

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 594. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ 1601).

10. Sedekah dapat sebagai sarana penyembuhan penyakit seseorang.

Allah ta’ala berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ.

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah (atom), niscaya dia akan melihat (balasannya)." (QS. Al-Zal-zalah[99]:7).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ.

“Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi 6593, di shahihkan Syaikh al-Albani, Shahih al-Jami’ 3358, targib wa tarhib 744).

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ، مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ.

"Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim 2699).

Diriwayatkan bahwa datang seseorang kepada Hasan Al-Bashri mengadu tentang sakit yang dideritanya. Maka Hasan Al-Bashri berkata:

اِحْفِرْ بِئْرًا وَتَصَدَّقْ بِالْمَاءِ

"Galilah sumur dan bersedekahlah dengan air."

Orang tersebut mengikuti nasihat beliau, lalu Allah subhanahu wa ta’ala memberi kesembuhan. (Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Wabil ash-Shayyib).

Kisah di Madinah: Seorang pria berusia 48 tahun dari Madinah didiagnosis menderita gagal ginjal. Saat mencari donor ginjal di Mesir, ia bertemu dengan seorang gadis muda yang bersedia mendonorkan ginjalnya karena alasan ekonomi. Terharu dengan situasi gadis tersebut, pria itu memutuskan untuk membatalkan operasi dan memberikan uang yang telah disiapkan sebagai sedekah kepada gadis itu. Sekembalinya ke Madinah, pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ia sembuh dari gagal ginjal tanpa operasi.

Bagaimana kita memulaibersedekah..?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ.

“Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari 1426).

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ.

“Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim 995).

Demikianlah semoga bisa menjadikan motifasi kita untuk bersemangat di dalam bersedekah, Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

 

-----000-----

 

Sragen 20-03-2025

Disusun oleh: Abu Ibrahim Junaedi Abdullah




 

 

 







 

 

 

 

BAB 7 SOAL 1. TAWASSUL DAN MEMINTA SYAFAAT.

  BAB 7 SOAL 1. TAWASSUL DAN MEMINTA SYAFAAT.     س ١ - بِمَاذَا نَتَوَسَّلُ إِلَى اللَّهِ؟ Soal 1 : Dengan apa kita bertawassul...