SEBAB KEMUNDURAN UMAT.
Sebagaimana kita telah saksikan
bersama apa yang menimpa kaum muslimin secara umum, berupa kemunduran dari
berbagai lini kehidupan, baik dari sisi ekonomi, teknologi dan kewibawaan, bagaimana
kaum muslimin banyak menderita, ada yang terusir, terjajah, terbunuh, sampai
keberadaan mereka tak diakui di negaranya.
Meskipun jumlah mereka banyak namun
tidak menjadikan musuh takut, hal ini persis yang di sebutkan Rasulullah
sallallahu ‘alaihi wa sallam:
Rasulullah sallallahu alaihi wa
sallam bersabda:
عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى
الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ
يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ
كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ
الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ،
فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا،
وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ.
“Hampir tiba masanya kalian
diperebutkan seperti makanan yang di perebutkan di tempatnya.” Maka seseorang
bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun
kalian seperti buih yang mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa takut dari
dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian
penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi
shallallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR
Abu Dawud 4297 Amad 22397 di shahihkan Syaikh al-Albani di dalam As-Shahihah
958)
Berbagai macam penelitian dilakukan
untuk mengetahui sebab dari kemunduran umat islam ini, berbagai teori dipaparkan
kemudian diambil kesimpulan.
Namun sungguh di sayangkan hampir semua teori didasari dari akal dan
realita semata, mereka lupa yang mereka perjuangkan adalah islam, yang seharusnya
dengan cara islam pulalah untuk menyelesaikan masalah ini.
Sebuah kisah ketika Umar Ibnul khatab
sampai di Syam, menjumpai tentaranya dan masyarakatnya dalam keadaaan
mengalungkan sepatunya dan menuntun ontanya, seseorang berkata kepadanya:
يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ تَلْقَاكَ الْجُنُودُ
وَبَطَارِقَةُ الشَّامِ وَأَنْتَ عَلَى حَالِكَ هَذَا؟ فَقَالَ عُمَرُ: إِنَّا
قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللَّهُ بِالْإِسْلَامِ، فَلَنْ نَبْتَغِيَ الْعِزَّةَ
بِغَيْرِهِ.
“Wahai Amirul mu’minin, apakah engkau
akan menjumpai tentara dan masyarakat Syam dalam keadaan seperti ini?” Umar
menjawab, “ Kita satu kaum yang di muliakan Allah dengan islam, kita tidak
membutuhkan kemuliaan selainnya.” (HR. Hakim di dalam Mustadrak ‘ala Shahihain
208, dia berkata Shahih dan di setujui oleh Adz-Dzahabi)
Dari ayat-ayat dan hadits di atas
kita ketahui bahwa pemberi kemuliaan hanyalah Allah, dan hanya bisa di dapat
dengan mentaatinya bukan memaksiatinya.
Ketika kita berpaling dari islam,
kita tidak semakin mulia tetapi semakin hina, itulah kenyataan yang telah
terjadi.
Contoh dalam sejarah sebuah kisah
nyata yang bisa kita petik hikmahnya yaitu pada perang Badar, tatkala mereka merealisasikan kecintaan, ketaatan,
ketundukannya kepada Allah dan Rasul-Nya mereka meraih kemenangan gilang
gemilang, kebalikan dari pada itu ketika
terjadi perang Uhud, mereka telah di atur sedemikian rupa oleh Rasulullah
sallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda kepada para pemanah:
” Lindungilah arah belakang kami,
jika kalian melihat kami di bunuhi janganlah menolong kami dan jika kalian
melihat kami mendapatkan rapasan perang maka kalian jangan ikut bersama kami.”
(HR. Ahmad, Tabrani, dan Hakim lihat Fatul Bary 7/350)
Pada putaran pertama kaum muslimin
bisa memukul mereka mundur, para pemanah lupa akan wasiat Rasulullah sallallahu
‘alaihi wa sallam, mereka melihat ghanimah berserakan dan akhirnya mereka turun
dari tempatnya meskipun Abdullah bin jubair bin Nu’aman telah mengingatkannya
dampaknya luar biasa, orang kafir memutar dan memerangi kaum muslimin dari
belakang sehingga kondisi kaum muslimin semakin kacau balau sampai-sampai orang
muslim berperang dengan orang muslim, terjadilah apa yang terjadi hingga kaum
muslimin terbunuh 70 orang.
Apakah kita menyadari apa
penyebabnya…?
Selain semua itu telah di taqdirkan Allah
ta’ala agar kaum muslimin di kemudian hari mengambil hikmahnya, dan di Antara
hikmahnya yang sangat besar penyebab kekalahan yaitu penyelisihannya para
pemanah terhadap wasiat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bukankah kita ingin umat islam
menang…?
Kita menghendaki kemenangan tapi kita
masa bodoh terhadap umat islam…!
Mayoritas kaum muslimin mereka menjauhi
ilmu….!
Mereka mengadu domba di antara
saudara mereka sendiri.
Berapa banyak mereka yang masih terjerumus
kedalam kesyirikan kebid’ahan dan juga riba.
Lihatlah kaum muslimin mereka
mengagumi musuh-musuh mereka yaitu orang-orang kafir!
Bahkan orang-orang islam menggandrungi
dan mengikuti langkah-langkah orang-orang kafir, kita bisa saksikan….!
Orang kafir berdoa sambil
bernyanyi-nyanyi, orang islam mengikuti.
Orang kafir memperingati kelahiran
nabinya, orang islam mengikuti.
Orang kafir melakukan ulang tahun
anak dan keluarga mereka, orang islam mengikuti.
Orang kafir mengenakan pakaian modis,
orang islam mengikutinya.
Sampai orang kafir menggerakkan
ekonomi mereka dengan riba, orang islam mengikuti.
Persis seperti apa yang di sabdakan
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا
بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا: يَا
رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ فَمَنْ؟
“Sungguh, kalian akan mengikuti langkah
orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta.
Kalaupun mereka menempuh jalur lubang dhabb (binatang sejenis biawak), niscaya kalian akan menempuhnya.” Kami mengatakan, “Ya
Rasulullah, apakah jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab,
“Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Bukhari 3456 dan
Muslim 2669 dari sahabat Abu Sa’id al- Khudri radhiyallahu ‘anhu)
Bagaimana mungkin penyelisihan
sedemikian banyak akan dapat membawa kepada kejayaan umat…
Tidakkah kita umat islam ingat
perkataan Umar di atas…!
“Sungguh Allah telah memuliakan kita
dengan islam, barang siapa mencari kemuliaan dengan selain islam Allah akan
menghinakannya.”
Ketahuilah kehinaan, kerendahan,
kekalahan ini akan terus berlanjut sepanjang masa karena ini merupakan sunatullah.
Hal ini telah di kabarkan oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam:
إِذَا
تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ
بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ
يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُمْ.
“Apabila kalian telah berjual beli
dengan cara Al-‘Inah dan kalian telah ridho dengan perkebunan dan kalian telah
mengambil ekor-ekor sapi dan kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan
menimpakan kepada kalian suatu kehinaan yang (Allah) tidak akan mencabutnya
sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Daud 3462 dishahihkan
oleh Syaikh Al-Albani di dalam As-Shahihah 11).
Penyabab kehinaan diantaranya, kaum
muslimin terjerumus kedalam riba, sibuk dengan dunia, meninggalkan jihad,
adapun jihad yang paling utama ketika tidak terjadi peperangan yaitu jihad memerangi kebodohan yang ada pada diri
sendiri sebagaimana perkataan Ibnul Qayim, karena kebodohan merupakan sumber
bencana dunia dan akhirat, penyebab datangnya musibah, penyebab kekalahan,
penyebab kaum muslimin mudur, penyebab kehinaan, dan mereka senantiasa terus
hina sampai mereka kembali kepada ajaran agama yang mulia ini….!
Sampai mereka mau kembali kepada
ajaran islam…..!
JALAN MENUJU KEJAYAAN
Kalau kita mengetahui sebab-sebab
kemunduran umat islam, hendaknya kita juga mempelajari bagaimana jalan untuk
menuju kemuliaan.
Kejayaan dan kemuliaan hanya milik
Allah dan Rasul-Nya, Allah ta’ala berfirman:
Allah ta’ala berfirman:
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ
وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ.
“Kemuliaan itu hanyalah milik Allah,
rasul-Nya dan orang-orang beriman, hanya saja orang-orang munafik tidaklah
mengetahui hal tersebut.” (Al Munafiqun[63]:8)
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ
الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ
الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ.
“Maka barangisiapa yang menghendaki
kemuliaan, maka kemuliaan yang dicarinya itu hanyalah milik Allah. Karena itu,
hendaknya ia mencarinya dengan banyak-banyak mengucapkan perkataan-perkataan
baik dan melakukan amalan-amalan shaleh. Karena sesungguhnya perkataan-perkataan
baik dan amalan-amalan shaleh tersebut akan naik kepada Allah.” (QS.
Fatir[35]:10)
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ
يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.
“Sebaik-baik manusia adalah di masaku, kemudian sesudah
mereka, kemudian yang setelahnya.” (HR. Bukhari 3651 Muslim 2533)
Manusia-manusia terbaik ada pada masa
Rasulullah hendaknya kita mengikuti mereka, baik di dalam aqidah, ibadah,
muamalah.
Kesimpulan penyebab kemunduruan umat
islam:
1. mereka meninggalkan ajaran agama mereka.
2. Mereka terjerumus kedalam riba, sibuk
dengan dunia serta meninggalkan jihad.
3. Mereka meninggalkan sejarah kejayaan kaum
muslimin.
4. Mereka mengagumi dan mengikuti cara-cara
orang kafir.
5. Mereka terkena penyakit al wahn yaitu cinta
dunia dan takut mati.
Adapun jalan menuju kejayaan:
1. Hendaknya kaum muslimin kembali dan
mempelajari agamanya.
2. Hedaknya kaum muslimin tidak disibukkan
dunia lupa akhirat
3. Hendaknya kaum muslimin tidak melupakan
sejarah kejayaan islam.
4. Hendaknya kaum muslimin tidak menjadikan
dunia sebagai tujuannya.
5. Hendaknya kaum muslimin mengaplikasikan agama
dan tauhid mereka pada kehidupan sehari-hari mereka.
Sedikit ini semoga bisa memberi
bermanfaat bagi penulis dan kaum muslimin. Aamiin.
--------00000-------
Sragen 15-10-2021.
Al faqir ilallah Abu Ibrahim junaedi
Abdullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar