Rabu, 19 Oktober 2016

BAHAYA SYIRIK DI DUNIA DAN AKHIRAT




           1) Tidak di ampuni dosanya oleh Allah. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. QS An Nisaa[4]:48,116.

      2) Tidak akan di terima amalannya. Dalam hadis Qudsi Allah ta’ala berfirman:

قَالَ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَن الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ.

“Alloh –Tabaraka wa Ta’ala- telah berfirman: Aku adalah sekutu yang paling tidak butuh dengan sekutu (selain Ku). Barangsiapa melakukan suatu amalan dalam keadaan dia mensekutukan Ku pada amalan itu dengan selain Ku, maka Aku akan tinggalkan dia dan sekutunya.” (HR. Muslim 2985)

         3) Kekal selamanya di dalam neraka.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. QS. Al-Bayyinah[98]: 6.
 إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. QS Al Maidah[7]:72

         4) Terhapus pahala amalannya. Allah ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. QS. Az Zumar[39]:65


     5) Pelaku ke syirikan akan jauh dari rasa tentram dan nyaman. Allah Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. QS Al An’am[6]:82
Semoga Allah jauhkan diri kita dari kesyirikan.Amiin
Abu Ibrahim








Kamis, 13 Oktober 2016

Kisah Nyata ALLAH MENYELAMATKAN AHMAD YANG SUDAH DI PUTUSKAN UNTUK DI BUNUH



Hasil gambar untuk pemandangan indah free
 .

Ahmad bin Thalun tumbuh besar dengan mempunyai kepribadian, pandai menjaga diri, iffah, dan bisa menguasai diri. Sejak kecil dia rajin belajar Al Qur’an suaranya sangat bagus dan merdu.
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari salah seorang syaikh Mesir, bahwa Raja Thalun bukan bapak kandung Ahmad.
Thalun mengadopsi Ahmad, karena agamanya, karena suaranya merdu ketika membaca Al Qur’an, keluhuran budi pekertinya dan pandai menjaga diri sejak kecil.
Pada suatu kesempatan Raja Thalun menyuruh Ahmad untuk mengambil sesuatu di istana kerajaan.
Ahmad segera bergegas menuju istana kerajaan. Tiba-tiba dia melihat salah seorang selir Thalun sedang berbuat mesum dengan salah seorang pelayan.
Setelah mengambil barang sesuai yang di perintahkan Thalun, Ahmad cepat-cepat pulang menemui Thalun. Ahmad tidak melaporkan apa-apa kepada Thalun tentang peristiwa yang baru saja di lihatnya di istana kerajaan:  yaitu perselingkuhan seorang pelayan dengan salah seorang selir Thalun.
                 Selir Thalun mengira Ahmad memberitahukan peristiwa yang di lihatnya kepada Thalun. Sang selir langsung menemui Thalun seraya berkata, “ Tuan, Ahmad mendatangi saya di tempat itu, kemudian dia menggodaku.” Setelah itu, dia bergegas masuk keistananya.
Thalun mempercayai perkataan sang selir. Seketika Ahmad di panggil untuk mengantarkan surat kepada putra mahkota. Ahmad tidak tahu menahu pengaduan selir tadi tentang Ahmad. Dalam surat itu berisi titah berbunyi,
“ Pada saat pembawa surat ini tiba di hadapanmu, maka saat itu juga penggallah lehernya. Dan segeralah kepalanya dikirim kepada saya.”
Ahmad membawa surat Thalun, sementara dia tidak tahu isi surat tersebut. Di tengah perjalanan dia di cegat oleh si selir. Ahmad diminta untuk menghadapnya.
“ Maaf, saya saya sedang sibuk, saya mengemban amanat untuk segera menyampaikan surat ini kepada putra mahkota,” jawab Ahmad. “ Kesinilah. Saya mempunyai keperluan sama kamu,” rayu sang selir.
Selir itu ingin memantapkan dalam benak hati raja Thalun, tentang kebenaran ungkapan dia yang pernah di utarakan kepada Raja. Si selir menyekap Ahmad di rumahnya, untuk menulis sebuah surat untuk dia. Kemudian dia mengambil surat Raja Thalun yang di perintahkan untuk di sampaikan kepada putra mahkota dari tangan Ahmad. Ahmad memberikan surat itu kepada dia.
Kemudian dia memanggil pelayan-yang dipergoki Ahmad sedang berselingkuh dengan selir. Selir mengira, dalam surat itu berisi hadiah khusus yang akan diberikan kepada pelayan tersebut.  Si pelayan pergi menyampaikan surat itu kepada putra mahkota.
Setelah putra mahkota membac surat dari Thalun, dia langsung menyuruh bawahannya untuk memenggal leher si pelayan. Kepalanya segera di kirim ke Raja Thalun. Tentu saja Raja Thalun heran. “ Ahmad dimana?,” bentak Thalun.
Raja memerintahkan bawahannya untuk mencari Ahmad.
Begitu Ahmad menghadap Raja, Raja langsung memurkainya, “Celaka kamu! Apa saja yang kamu lakukan, sejak kamu pergi dari hadapanku?”
Ahmad menceritakan kejadian yang dia alami, sejak dia keluar dari kediaman Raja.
Ketika selir mendengar bahwa kepala pelayan di penggal dan dikirim kepada Raja Thalun, dia mengira bahwa Raja Thalun sudah tahu kejadian yang sebenarnya. Oleh karena itu dia langsung meminta maaf kepada Raja Thalun atas perselingkuhan yang telah dilakukan bersama pelayan. Selir tadi mengakui bahwa Ahmad bebas dari tuduhan yang telah dialamatkan kepada dia.
Setelah itu Ahmad hidup makmur bersama Raja Thalun.
Bahkan di katakana, Raja Thalun mewasiatkan Ahmad untuk menggantikannya dia sebagai Raja, setelah Raja Thalun meninggal. (,Kama Tadiinu Tudaanu hal 30-31)
Faedah;
1)      Seorang muslim hendaknya menjalankan tugas sebaik-baiknya.
2)      Betapa bahayanya apa yang di sebabkan mulut, hanya sekedar mengejar ambisi.
3)      Tidak semua yang dilihat dia ceritakan, meskipun itu benar, seperti Ahmad melihat orang lain berzina sedang saksi tidak memenuhi syarat 4 orang, maka dirinya yang akan di cambuk. (jika hukum islam berlaku).
4)      Berusaha menjalankan amanah sebaik-baiknya,.
5)      Meskipun Manusia berusaha menyingkirkannya, namun kehendak manusia di bawah kehendak Allah.
6)      Sebagaimana kamu memperlakukan kamu akan di perlakukan yang semisal, ini lah yang di ambil judul ulama “ kama Tadiinu Tudaanu”.
يُقَالُ: كَمَا تَدِينُ تُدَانُ، أَيْ كَمَا تُجَازِي تُجَازَى] ، وَقَالَ تَعَالَى: {جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [السَّجْدَةِ: 17].
7)      Seorang Muslim hendaknya bertaqwa kepada Allah, karena dengan itu Allah akan menjaga dan menyelamatkan dirinya.
Wabillahi Taufiq. Semoga bermanfaat.
Di sadur dari : “KISAH-KISAH NYATA PENJAGAAN ALLAH TA’ALA KEPADA HAMBANYA YANG SHALIH.” Khalid Abu Shalih. ( dengan beberapa tambahan)
Oleh: Abu Ibrahim, Junaedi.

Minggu, 02 Oktober 2016

LARANGAN SEORANG WANITA MENJADI PEMIMPIN


Hasil gambar untuk laki-laki pemimpin
Add caption


Sesungguhnya agama islam ini telah sempurna mengatur dalam berbagai hal, jangnkan yang besar yang kecil pun di atur, sebagaimana mau tidur, makan, ke kamar kecil dan lain sebagainya, tidak terkecuali petunjuk Rasulullah sallahu ‘alaihi wa sallam di dalam menentukan seorang pemimpin, Allah menunjukkan kesempurnaan agamanya dengan berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku sempurnakan atasmu nikmat-Ku dan Aku rela Islam sebagai agamamu. QS 5 Al Maidah:3.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” SQ.4. An-Nisaa: 59

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ 
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.” SQ. 59.Al-Hasyr: 7. 
LARANGAN WANITA MENJADI PEMIMPIN.
Dalil dari Al Qur’an
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِم  
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” SQ.4. An-Nisaa’: 34

يَقُولُ تَعَالَى: {الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ} أَيِ: الرَّجُلُ قَيّم عَلَى الْمَرْأَةِ، أَيْ هُوَ رَئِيسُهَا وَكَبِيرُهَا وَالْحَاكِمُ عَلَيْهَا وَمُؤَدِّبُهَا إِذَا اعوجَّت {بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ} أَيْ: لِأَنَّ الرِّجَالَ أَفْضَلُ مِنَ النِّسَاءِ، وَالرَّجُلُ خَيْرٌ مِنَ الْمَرْأَةِ؛ ولهذَا كَانَتِ النُّبُوَّةُ مُخْتَصَّةٌ بِالرِّجَالِ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَنْ يُفلِح قومٌ وَلَّوا أمْرَهُم امْرَأَةً" رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah seorang laki-laki pemimpin bagi wanita. Dialah kepalanya, pemimpinnya dan pemberi keputusan serta mendidiknya jika bengkok.”
“karena laki-laki lebih utama dan lebih baik dari wanita, oleh karena itu kenabian  dari seorang laki-laki..”
Allah ta’ala juga berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” QS.33.Al Ahzab: 33.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa makna dari ayat {وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ} yaitu menetaplah kalian di rumah kalian sebab hal itu lebih selamat dan lebih memelihara diri kalian. Sedangkan makna ayat { وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى }  yaitu  janganlah banyak keluar dengan bersolek atau memakai parfum sebagaimana kebiasaan orang-orang  jahiliyah sebelum Islam yang tidak memiliki ilmu dan agama. Perintah tersebut bertujuan untuk mencegah munculnya kejahatan dan sebab-sebabnya. Taisir Al Karimirrahman surat Al Ahzab 33.
Dalil dari hadis:
قالَ: لمَّا بَلَغَ رسولَ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - أنَّ أهلَ فارسَ قد مَلَّكُوا عليهِم بنتَ كِسْرى؛ قالَ:"لنْ يُفْلحَ قومٌ وَلَّوْا أمرَهُمُ امرأةً".
Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda: “Siapakah yang memimpin urusan penduduk Persi? Mereka menjawab; “Seorang wanita.” Beliau bersabda: “Tidak akan beruntung kaum yang menyerahkan urusannya kepada mereka.”  HR. Bukhari 4425. Sunan An Nasaai 8/227
Syekh Abdulaziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya soal berikut, “Apa sikap syariat Islam terhadap seorang wanita yang mencalonkan dirinya untuk jabatan presiden atau kepala pemerintahan atau seorang menteri?
Beliau menjawab:
تولية المرأة واختيارها للرئاسة العامة للمسلمين لا يجوز، وقد دل الكتاب والسنة والإجماع على ذلك ، فمن الكتاب : قوله تعالى : { الرجال قوَّامون على النساء بما فضَّل الله بعضهم على بعض ، والحكم في الآية عام شامل لولاية الرجل وقوامته في أسرته ، وكذا في الرئاسة العامة من باب أولى ، ويؤكد هذا الحكم ورود التعليل في الآية ، وهو أفضلية العقل والرأي وغيرهما من مؤهلات الحكم والرئاسة . ومن السنَّة : قوله صلى الله عليه وسلم لما ولَّى الفرسُ ابنةَ كسرى : ( لن يفلح قومٌ ولَّوا أمرَهم امرأة ) ، رواه البخاري   ولا شك أن هذا الحديث يدل على تحريم تولية المرأة لإمرة عامة ، وكذا توليتها إمرة إقليم أو بلد ؛ لأن ذلك كله له صفة العموم ، وقد نفى الرسول صلى الله عليه وسلم الفلاح عمَّن ولاها ، والفلاح هو الظفر والفوز بالخير .
Kepemimpinan wanita untuk riasah ammah lil muslimin itu tidak boleh. Quran, hadits dan ijmak sudah menunjukkan hal itu. Dalil dari Al-Quran adalah QS An-Nisa 4:34. Hukum dalam ayat tersebut mencakup kekuasaan laki-laki dan kepemimpinannya dalam keluarga. Apalagi dalam wilayah publik… Adapun dalil hadits adalah sabda Nabi “Suatu kaum tidak akan berjaya apabila diperintah oleh perempuan.” Tidak diragukan lagi bahwa hadits ini menunjukkan haramnya kepemimpinan perempuan pada otoritas umum atau otoritas kawasan khusus. Karena semua itu memiliki sifat yang umum. Rasulullah telah menegasikan kejayaan dalam suatu negara yang dipimpin perempuan).
Syaikh Abdullah bin Abdul Azin bin Baz, Majmuk Fatawa Ibn Baz, no. fatwa: 30461, hlm. I/424. Pendapat serupa juga dapat dilihat pada Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimahfatwa: 11780, hlm. XVII/ 13.
FAEDAH LARANGAN TERSEBUT
Wanita banyak memiliki kelemahan baik dari sisi agama, akal, dan kekuatan fisik, adapun Ratu Bilqis dirinya memimpin sebelum akhirnya menyerahkan kekuasaanya pada nabi Sulaiman ‘alahi sallam. Allahu a’lam bissawab


Disusun oleh: Abu Ibrahim Junaedi Abdullah

MENJELANG PERANG UHUD

  MENJELANG PERANG UHUD   Persiapan musyrikin Quraisy Untuk Perang Balas Dendam Mekkah terbakar api amarah terhadap orang-orang Islam ...