Kamis, 19 Maret 2026

MERAIH KEBAHAGIAAN DI HARI RAYA IDUL FITRI

 



MERAIH KEBAHAGIAAN DI HARI RAYA IDUL FITRI

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ . يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.   أَمَّا بَعْدُ

Takbir 3 kali.

Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Pada hari ini tanggal satu syawal seluruh umat muslim di Indonesia dan di belahan dunia lainnya dengan serentak bertakbir, membesarkan dan mengagungkan nama Allah ta’ala.

Ketahuilah bahwasanya hari ini adalah hari yang agung yang di dalamnya banyak sekali kebaikan dan keberkahan, dan hari ini adalah hari besar yang disyari’atkan, dahulu Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, dan pada saat itu penduduk Madinah memiliki dua hari besar yang mereka bersuka ria dan bergembira di dalamnya, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “ Ada apa dengan dua hari ini..? kemudian para sahabat menjawab, dahulu kita merayakan dua hari ini di masa jahiliyah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya Allah ta’ala telah mengganti dua hari raya kalian tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari raya I’dul adha dan hari raya I’dhul fitri. Maka ketahuilah wahai orang-orang yang beriman, bahwa hari Idhul fitri ini bukanlah hari yang di ada-adakan, melainkan  disyari’atkan oleh Allah ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Sesungguhnya seorang mukmin hidupnya disiplin, diad mengikuti aturan dan bukan membuat aturan sesuka dia, dia mengikuti perintah dan bukan untuk menolak perintah, kitab bisa lihat kenapa satu bulan penuh di bulan Ramadhan kita tidak makan dan minum di siang hari, kita menahan hawa nafsu dan syahwat kita, dan hari ini, hari I’dul fitri kita diharuskan makan bahkan haram bagi seseorang yang berpuasa pada hari ini, mengapa demikian..?!!

Kemarin (makan) diharamkan sekarang di wajibkan, itulah seorang yang beriman dia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah azz awa jalla.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ

 

”Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan begitu saja.?” (QS. Al-Qiyamah [75]:36).

Apakah kita diciptakan tanpa aturan ..? tanpa diperintah dan tanpa dilarang…? Maka hendaknya kita menyadari hal ini.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ.

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adzariyat [51]:56).

Takbir 3 kali …..

Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Marilah kita mengingat betapa besarnya nikmat Allah yang diberikan kepada kita, kita bisa menyelesaikan bulan Ramadhan, beramal shalih di dalamnya, dan dapat berkumpul Bersama di hari yang penuh kebahagiaan dan keberkahan ini, maka hendaklah kita memperbanyak bersyukur.

Dan termasuk bentuk mensyukuri nikmat Allah dengan menampakkan kebahagiaan pada hari Idul fitri ini karena itu termasuk syiar di dalam syari’at ini.

Allah ta’ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

“Katakanlah (Wahai nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan (dunia ini).” (QS. Yunus [10]: 58).

Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Oleh karenanya hendaklah kita sebarkan kebahagiaan-kebahagiaan di antara kita, dan termasuk hal-hal yang dapat kita lakukan agar kebahagiaan tersebar di kalangan kaum Muslimin pada hari yang berbahagia ini:

1.  Menyebarkan Salam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman kecuali sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian kepada suatu perkara yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Maka tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim 54, Ahmad 10177).

2.  Wajah Berseri-Seri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ.

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah sedekah bagimu. (HR. Tirmidzi 1956, dishahihkan Syaikh al-Albani di dalam Ash-Shahihah 572).

3.  Saling Memberi Hadiah.

Raslullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا


“Salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari Adab al-Mufrad 594, dishahihkan Syaikh al-Albani di dalam al Irwa’ 1601).

4.  Ucapan Yang Baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

“Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari 2989, Muslim 1009).

5.  Menunaikan Hak Allah Ta’ala.

Ketahuilah setiap nikmat yang kita dapatkan tidak lain dan tidak bukan datangnya dari Allah ta’ala.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ..

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka itu datangnya dari Allah.” (Qs. An Nahl [16]: 53).

Dan setiap keburukan yang menimpa kita tidak ada yang menyelamatkan kita dari keburukan tersebut kecuali Allah.

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗٓ اِلَّا هُوَ ۗوَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

“Jika Allah menimpakan kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; dan jika Dia memberikan kebaikan kepadamu, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al-An’am [6]: 17).

Maka perlu dipahami bahwasanya Allah memiliki hak yang paling agung yang harus kita tunaikan, sebelum hak-hak yang lain.

Hak Allah yang paling utama yaitu mentauhidkan-Nya dan tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ.

“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, Maka Sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim." (QS Yunus[10]:106).

Dari Mu‘adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Aku pernah dibonceng oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai yang bernama ‘Ufair. Lalu beliau bersabda:

يَا مُعَاذُ، هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ، وَمَا حَقُّ العِبَادِ عَلَى اللَّهِ؟، قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى العِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَحَقَّ العِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئً.

“Wahai Mu‘adz, tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan apa hak hamba atas Allah?” Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari 2856, Muslim 30).

مَنْ مَاتَ لاَيُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ.

“Barang siapa mati tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun niscaya akan masuk kedalam syurga.” (HR. Muslim 93).

6.  Menunaikan Hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan itu termasuk konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah yang mencakup empat hal :

تَصْدِيقُهُ فِيمَا أَخْبَرَ، وَطَاعَتُهُ فِيمَا أَمَرَ، وَاجْتِنَابُهُ فِيمَا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا بِمَا شَرَعَ.

Membenarkan apa yang dikabarkan, mentaati apa yang diperintahkan, menjahui apa yang dilarang dan di peringatkan, dan tidak beribadah kecuali apa yang disyari’atkan. " (Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah" oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin).

Allah ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ.

Katakanlah, "Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali Imran [3]:31).

 كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.

 “Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan?” Beliau bersabda: “Barang siapa yang taat kepadaku maka ia masuk surga, dan barang siapa yang durhaka kepadaku maka sungguh ia telah enggan.” (HR. Bukhari 7280).

7.  Hak Orang Tua.

Dan termasuk hak yang paling penting adalah menunaikan hak hak orang tua dengan berbakti kepada keduanya, mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya, tidak mengangkat suara dihadapan keduanya,  dan ketahuilah bahwa keberadaan orang tua kita termasuk nikmat pemberian Allah yang sangat besar, dan nikmat ini akan sangat terasa bila kita telah kehilangan mereka,

Allah ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ۝ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah satu di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.” (QS. Al isra’[17]:23-24).

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ»، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «أُمُّكَ»، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «أُمُّكَ»، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «أَبُوكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ayahmu.” (HR. Bukhari 5971, Muslim 2548).

8.  Haq Kepada Kerabat Dan Sanak Saudara

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl [16]: 90)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رزقِهِ وَأَنْ يُنْسَأ لَهُ فِي أثَرِه فَلْيَصِلْ رَحِمَه.

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari 5985, Muslim 2557, Abu Dawud 1693).

Dan ketauilah bahwasannya haram bagi seseorang mendiamkan saudaranya semuslim serta memutus tali silaturrahim dan sesungguhnya itu termasuk dosa besar yang dapat menyebabkan pelakunya terhalang dari kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ, فَيُعْرِضُ هَذَا, وَيُعْرِضُ هَذَا, وَخَيْرُهُمَا اَلَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ .

 “Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seseorang berpaling dan lainnya juga berpaling. Yang paling baik di antara keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Bukhari 6037, dan Muslim 2560, Ahmad 1589, Abu Dawud 4914)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ، وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan hari Kamis, maka diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, kecuali seseorang yang antara dirinya dengan saudaranya terdapat permusuhan, maka dikatakan: ‘Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim (2565.

9.  Memperhatikan Haq Tetangga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga sampai aku mengira bahwa ia akan menjadikannya sebagai ahli waris.” (HR. Bukhori 6015 dan Muslim 2625).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ.

“Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR Bukhari 6019, Muslim 47).

Takbir 3x.. Allahu akbar kabiira wal hamdulillahi katsira..

Catatan Wasiat:

Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Pada hari Idhul fitri hari yang berbahagia ini hendaklah kita tetap memperhatikan perintah-perintah Allah dan larangan-Nya, agar kebahagiaan kita diridhai oleh Allah dan tidak menjerumuskan kedalam kemurkaan Allah.

Dan sebagaimana kita membersihkan badan kita dan memperindah diri kita dengan pakaian-pakaian baru dan wewangian hendaklah kita juga memperhatikan kebersihan hati kita dan amalan-amalan kita dari dosa-dosa, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ.

“Sesungguhnya Allah tidak memperhatikan rupa dan harta kalian. Akan tetapi yang Allah lihat adalah hati dan amal kalian” (HR. Muslim 2564).

Dan ketahuilah bahwasanya seorang muslim tidak akan terlepas dari dua hal kebahagiaan dan kesedihan akan tetapi saat dia mendapatkan kebahagiaan dia bersyukur mengingat Allah dan saat tertimpa kesedihan dia bersabar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Tidaklah hal itu terjadi kecuali pada seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka itu baik baginya. Apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim 2999, shahih Ibnu Hibban 2896).

Dan cara bahagia terbagi menjadi dua: bahagia yang diridhai Allah dengan hal-hal yang dibolehkan dan bahagia dengan cara yang tidak disukai oleh Allah seperti bermaksiat kepada-Nya, menggunakan nikmat yang Allah berikan untuk perkara yang dibenci oleh Allah.

Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Hendaklah kita selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala kapanpun dan di manapun kita berada, berpegang teguhlah di jaman penuh fitnah ini dengan Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman yang benar.

Dan jagalah shalat karena sesungguhnya dia adalah tiang agama, tanpanya bangunan iman yang ada dalam hati kita akan runtuh, dan dia adalah perkara pertama yang akan dihisab pada hari kiamat nanti, menunaikannya akan menambah keimanan seseorang dan meninggalkannya termasuk kekufuran.

Dan hendaknya para wanita agar selalu menjaga diri, menundukkan pandangan, menjaga kemaluan dan lisannya serta menjahui pergaulan dan lingkungan yang buruk, karena ketahuilah bahwasannya jalan menuju Surga dipenuhi dengan rintangan dipenuhi hal-hal yang kurang disukai, dan jalan menuju neraka di penuhi dengan godaan syahwat dan hawa nafsu, maka selama kita bersabar, berusaha terus menahan hawa nafsu dari bermaksiat, kita akan mendapatkan apa yang telah Allah janjikan dari kebahagiaan, kenikmatan dan hal-hal yang kita sukai.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ

“Jaminlah untukku enam perkara dari diri kalian, niscaya aku jamin bagi kalian surga: jujurlah apabila kalian berbicara, penuhilah apabila kalian berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan kalian, dan tahanlah tangan kalian (dari menyakiti).” (HR. Ahmad 22757, dihasankan Syaikh al-Albani di dalam ash-Shahihah 1470).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ.

“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari 5096, Muslim 2740).


اتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ.

“Berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap (fitnah) wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah pada wanita.” (HR. Muslim 2742)

Kaum muslimin yang semoga Allah merahmati kita semua.. bertakwalah kalian kepada Allah, perhatikanlah anak-anak kalian, ajarkan mereka Al-Qur’an dan ilmu agama, contohkan kepada mereka adab-adab bagaimana bersikap dengan akhlak yang baik, dan jauhkan mereka dari lingkungan yang merusak, rangkullah mereka dengan bijaksana dan kasih sayang, terutama bagi para pemuda, kita lihat di zaman ini banyak yang terlena dengan hal yang tidak bermanfaat, sosial media dengan berbagai macam ideologi dan tipu daya, sementara mereka belum mengerti bahaya di dalamnya, juga belum memahami baik buruknya, dan justru banyak membuat mereka lalai dari perkara agama, meninggalkan shalat dan dosa-dosa lain yang membahayakan dirinya dan orang lain, hanya kepada Allah kita berdoa semoga Allah senantiasa memperbaiki pemuda-pemuda Islam dan menjauhkan mereka dari fitnah serta cobaan-cobaan zaman ini yang nampak maupun yang tersembunyi.

Takbir..

Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Kaum muslimin yang semoga Allah senantiasa merahmati kita..

Pada zaman ini kita di hadapkan dengan tantangan yang besar, dari banyaknya fitnah syubhat dan syahwat sehingga antara kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kesesatan terasa samar, maka hendaknya kita berhati-hati dan membentengi diri dengan terus mempelajari ilmu agama ini sesuai pemahaman yang baik dan benar, ketahuilah bila hati seorang hamba telah jujur ingin mencari kebenaran niscaya Allah akan tunjukkan dia kepada kebenaran yang sebenarnya dan menjaganya dari keburukan-keburukan;

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ

“Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya.”

Takbir..

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al Ahzab: [33]:56)

Sholawat.. Doa-doa, Kaffaratul majlis, Salam.. Wallahu a’lam..

 

 

----000-----

 

 

Sragen 19-03-2026

Musa

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MERAIH KEBAHAGIAAN DI HARI RAYA IDUL FITRI

  MERAIH KEBAHAGIAAN DI HARI RAYA IDUL FITRI إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِ...