EMPAT HAL YANG MEMBINASAKAN.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1.
CINTA TERHADAP DUNIA.
Allah
merendahkankan dunia diberbagai tempat Allah berfirman:
بَلْ
تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
Tetapi
kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.Sedang kehidupan akhirat
adalah lebih baik dan lebih kekal.QS 87.Al A’laa:16-17
.
Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَوْ
كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا
شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya
dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap
nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk
airpun.” (HR. At-Tirmidzi 2320,
dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 686)
إِنَّ
الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ
لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya
orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini
seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka
dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima
dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. QS.5 Al Maidah:36.
Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ
كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ
عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتْ
الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ
وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
“Barangsiapa
dunia menjadi tujuan akhirnya, Allah jadikan semua urusannya tercerai-cerai,
kefakiran selalu ada di depan matanya, dan tidak diberikan padanya bagian dari
dunia kecuali sebatas apa yang telah ditetapkan Allah baginya. Sedangkan
barangsiapa akhirat menjadi tujuan akhirnya, Allah himpun semua urusannya,
kekayaan ada dalam hatinya, dan dunia mendatanginya begitu saja dengan
tertunduk.” (Al-Jami' Ash-Shaghir)
Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
انْظُرُوا
إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ
أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّه.
“Lihatlah
orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian;
sebab hal itu akan mendidik kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah”. HR.
Muslim
Suatu
ketika Ibnu Mas’ud z melihat Rasulullah n tidur di atas selembar tikar. Ketika
bangkit dari tidurnya tikar tersebut meninggalkan bekas pada tubuh beliau.
Berkatalah para sahabat yang menyaksikan hal itu, “Wahai Rasulullah, seandainya
boleh kami siapkan untukmu kasur yang empuk!” Beliau menjawab:
مَا
لِي وَمَا لِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ
شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada
kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti
seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat,
kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2377, dishahihkan Asy-Syaikh
Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi)
كُنْ
فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Jadilah
engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar
lewat (musafir).” (HR. Al-Bukhari no. 6416)
2.
TAKABUR.
Allahu
ta'ala berfirman:
وَلَا
تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ
طُولًا . كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا
Dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi Ini dengan sombong, Karena Sesungguhnya
kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan
sampai setinggi gunung. Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.(QS
Al Israa [17]: 37-38)
Ulama
mengatakan ”penyebab kesombongan di karenakan seseorang memiliki kekurangan
sehingga dirinya perlu untuk sombong.”
Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ
رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً
قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ
النَّاسِ
“Tidak
akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar
biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka
memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu
indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan
orang lain.“ (HR. Muslim 91).
Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُحْشَرُ
الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ
الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ
تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ
الْخَبَالِ
“Pada
hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti
semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari
berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam
yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka
akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur
kebinasaan).” [Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad 557, Tirmidzi 2492, Ahmad, 2/179)
3.
HASAD.
Syaikh Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah
berkata:
الحَسَدُ
هُوَ تَمَنَّى زَوَالَ النِّعْمَةِ عَنْ صَاحِبِهَا
“Hasad
adalah menginginkan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain.” (At-Tashiil li
Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 720)
Firman
Allah Azza wa Jalla:
أَمْ
يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ
إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا
Ataukah
mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah
berikan kepadanya? (QS. An Nisa[4]:54).
4.
MARAH.
Marah
tidak bisa menyelesaikan masalah.
Marah
seperti badai menghancurkan tapi tidak bisa membuka simpulan
Dalam
sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ
الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ
الْغَضَبِ
“Bukanlah
orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam)
pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah
yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” (HR. Al Bukhari 5763 dan Muslim
2609).
Penyebabnya
:
*
Bergurau dengan berlebihan.
*
Berbicara dengan pedas
Terapinya:
*
Jika berkaitan dengan Syaitan hendaknya dia berlindung kepada Allah.
*
Jika berkaitan dengan manusia hendaknya dia tolah dengan cara yang baik.
وَلَا
تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Dan
tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang
lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan
seolah-olah Telah menjadi teman yang sangat setia. (QS. Al Fushshilat[41]:34).
*
Meninggalkan tempat tersebut.
*
Duduk.
*
Berbaring
*
Berwudhu.
Demikianlah
catatan ini semoga bermanfaat bagi kaum muslimin.
NB:
Dalam
tulisan ini ada beberapa kekurangan dan juga sedikit penyesuaian.
-----000-----
Solo
25-10-2014
Abu
Ibrahim Junaedi Abdullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar