BAB
4
MACAM-MACAM
SYIRIK BESAR.
SOAL:
19
MENEPIS
WAS-WAS SETAN, SIAPA YANG MENCIPTAKAN ALLAH
س ١٩ - كَيْفَ تَرُدُّ سُوَالَ
الشَّيْطَانِ : مَنْ خَلَقَ اللَّهُ.
Soal:
Bagaimana kita menepis bisikan syetan dengan adanya pertanyaan, "Siapa
yang menciptakan Allah?"
ج ١٩ - إِذَا وَسْوَسَ الشَّيْطَانُ
لِأَحَدِكُمْ هذَا السُّوَالَ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ.
Jawab:
Apabila syetan membisik-bisikkan pertanyaan ini kepada salah seorang di antara
kalian, maka berlindunglah kepada Allah (membaca ta'awudz).
قَالَ تَعَالَى: وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ
نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ . سورة فصلت : ٣٦
Allah
ta’ala telah berfirman: "Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu
gangguan,
maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Surat Fushshilat ayat :36).
وَعَلَّمَنَا الرَّسُوْلُ أَنْ تَرُدُّ
كَيْدَ الشَّيْطَانِ وَتَقُوْلُ :
Nabi
telah mengajari kita untuk menepis segala makar setan, agar kita mengucapkan :
آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ , اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ, ثُمَّ لْيَثْقُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلاثًا
وَلْيَسْتَعِذْ مِنَ الشَّيْطَانِ , وَلْيَنْتَهِ , فَإِنَّ ذَلِكَ يَذْهَبُ عَنْهُ.
“Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya, Allah Yang Maha
Esa, Allah tempat bergantung segala makhluk, Dia tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.” Kemudian
hendaklah ia meludah ringan ke sebelah kirinya sebanyak tiga kali, memohon
perlindungan kepada Allah dari godaan setan, dan berhenti dari perbuatan itu,
karena sesungguhnya yang demikian itu akan menghilangkan gangguan darinya. (HR.
Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).
-----000-----
Penjelasan:
1.
Setan telah bersumpah untuk menyesatkan
manusia.
Allah ta’ala mengabarkan kepada kita
dengan firman-Nya:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ
لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ .
(Iblis) menjawab, “Demi
kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shad [38]:82-83).
Setan adalah musuh yang nyata sebagaimana
Allah ingatkan kepada kita.
Allah ta’ala berfirman:
وَّلَا
تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ اِنَّمَا
يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوْۤءِ وَالْفَحْشَاۤءِ وَاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا
لَا تَعْلَمُوْنَ.
“Dan
janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan
musuh yang nyata. Sesungguhnya (setan) hanya menyuruh kamu untuk berbuat jahat
dan keji serta mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS.
Al-Baqarah[2]:168-169).
2.
Setan Selalu Mengoda Manusia Dalam Keadaan
Apapun.
Allah
ta’ala berfirman:
قَالَ فَبِمَآ
اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ثُمَّ
لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ
اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
Ia (Iblis) menjawab, “Karena
Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari
jalan-Mu yang lurus. Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan,
dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati
kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf[7]:16-17).
Ali ibnu Abu
Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka mereka.” maksudnya, saya akan meragukan mereka terhadap urusan akhirat
mereka. “Dan dari belakang mereka.” Yaitu saya akan membuat mereka menyukai duniawi
mereka. “Dan dari kanan mereka.” Maksudnya, saya akan mengaburkan mereka terhadap
urusan agama mereka. “Dan dari kiri mereka.” Yakni saya akan membuat mereka tergiur kepada kemaksiatan.
(Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-A’raf [7]:16-17).
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ قَعَدَ لِابْنِ آدَمَ
بِأَطْرُقِهِ
“Sesungguhnya setan menghadang anak Adam di setiap
jalan-jalannya.(HR. Ahmad 15958, An-Nasai 3134, At-Tabrani 6558, dishahihkan
Syaikh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ 1465).
Dari
Jabir radhiallahu anhu dia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa
sallam bersabda:
إِنَّ الشَّيطَانَ يَحضُرُ أَحَدَكُم عِندَ كُلِّ شَيْءٍ مِن شَأنِهِ.
“Sesungguhnya
setan selalu hadir di sisi seseorang dalam setiap urusannya.” [HR. Muslim, no.
2033]
Setan Hadir Dalam Setiap Urusan Manusia.
1) Setan Hadir Saat Manusia Tidur.
Setan akan mengikat tiga ikatan tiga ikatan, masing
masing bertulis malam masih panjang.
عْقِدُ
الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ
يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ
فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ،
فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ
وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ.
Setan
mengikat pada tengkuk kepala salah seorang dari kalian ketika ia tidur dengan
tiga ikatan. Pada setiap ikatan ia memukul dan membisikkan: “Malam masih
panjang bagimu, maka tidurlah.” Apabila ia terbangun lalu mengingat Allah, maka
terlepaslah satu ikatan. Apabila ia berwudhu, maka terlepaslah satu ikatan.
Apabila ia shalat, maka terlepaslah seluruh ikatannya. Maka ia pun memasuki
pagi hari dalam keadaan bersemangat, jiwanya baik dan lapang. Namun jika tidak,
ia memasuki pagi hari dalam keadaan jiwanya buruk dan malas. (HR. al-Bukhari
1142, Muslim 776)
2) Setan Menggoda Saat Beribadah.
Setan lebih keras menggoda manusia saat manusia shalat
dan ibadah lainnya agar manusia lalai.
Oleh karena itu Rasulullah perintahkan untuk
berlindung.
أَعُوذُ
بِالله السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، مِنْ هَمْزِهِ،
وَنَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ.
Aku
berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari gangguan
setan yang terkutuk, dari gangguan kerasnya yang menjerumuskan pada kegilaan,
dari hembusan kesombongannya, dan dari bisikan-bisikan batilnya berupa syair
dan tipu daya. (HR. Ahmad 11473, at-Tirmidzi 242, Abu Dawud 775, Baihaqi 2349,
dishahihkan Syaikh al-Albani di dalam Sifat Shalat 94-95).
Dari Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu’anhu ia berkata:
يا رَسولَ اللهِ، إنَّ الشَّيْطَانَ قدْ حَالَ
بَيْنِي وبيْنَ صَلَاتي وَقِرَاءَتي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ، فَقالَ رَسولُ اللهِ
صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: ذَاكَ شيطَانٌ يُقَالُ له خَنْزَبٌ، فَإِذَا
أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ باللَّهِ منه، وَاتْفِلْ علَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا قالَ:
فَفَعَلْتُ ذلكَ فأذْهَبَهُ اللَّهُ عَنِّي
Wahai Rasulullah, setan telah menghalangi
antara aku dan shalatku serta mengacaukan bacaanku. Maka Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “itu adalah setan yang disebut dengan
Khanzab. Jika engkau merasakan sesuatu (gangguan) maka bacalah ta’awwudz dan
meniuplah ke kiri 3x”. Utsman mengatakan: “aku pun melakukan itu, dan Allah pun
menghilangkan was-was setan dariku” (HR. Muslim 2203, ).
3) Setan Menyesatkan Saat Sakaratul Maut.
Setan tetap berupaya menggoda manusia di detik-detik
terakhir kehidupannya (sakaratul maut) agar meninggal dalam keadaan su'ul
khatimah.
Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata, ‘Aku
menyaksikan wafatnya ayahku; Ahmad. Aku memegang kain untuk mengikat
jenggotnya. Dia menyadarinya kemudian dia bangun seraya berkata dengan
mengisyaratkan, ‘tidak, sesudah ini, tidak, sesudah ini!!’ Dia melakukan hal
itu berkali-kali. Maka aku bertanya kepadanya, ‘Wahai ayahku, apa yang tampak
olehmu?’ Beliau berkata, ‘Sesungguhnya setan berdiri di hadapan kakiku dan
mengigit jari jemarinya seraya berkata, ‘Wahai Ahmad, engkau telah lari
dariku.’ Sedangkan aku berkata, ‘Tidak sesudah ini. Tidak (aku tidak ikut
engkau) hingga aku mati.” (At-Tazkirah 30, al-Qurthubi).
4) Setan Menanamkan permusuhan di antara manusia.
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ
وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
وَعَنِ الصَّلَاةِ
“Sesungguhnya
syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara
kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari
mengingat Allah dan shalat” (QS. Al Maidah[5]: 91).
Sulaiman bin Shurad radhiyallahu ‘anhu
berkata, “Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu ‘alaihi wa
salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu
dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat
lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ
قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ, لَوْ قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ
الشَّيْطَانِ ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ“
“Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu
hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi
minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang
kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari 3282, 6048, Muslim 2610).
Dari
Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ
أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي
التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ.
"Sesungguhnya setan
sudah putus asa akan disembah oleh orang-orang yang salat di Jazirah Arab, akan
tetapi ia masih berharap bisa mengadu domba di antara mereka." [Sahih Muslim - 2812]
Imam
an-Nawawi Rahimahullah berkata: “Maknanya, setan merasa putus asa untuk membuat penduduk jazirah Arab
bisa menyembahnya. Akan tetapi dia tetap berusaha untuk mengadu domba di antara
mereka dengan berbagai pertikaian, permusuhan, peperangan, fitnah dan yang
lainnya.” (Lihat Syarah Shahih
Muslim 17/157 dan Kitab Khas 'Ishul' Arab 33-34).
5) Setan Menggoda Kepada Suami Istri Agar
Mereka Bertengkar Dan Bercerai.
Dari Jabir berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ
سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ
أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا
قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ
بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ.
قَالَ الْأَعْمَشُ أُرَاهُ قَالَ فَيَلْتَزِمُهُ.
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya
di atas air lalu mengirim bala tentaranya (untuk menggoda manusia dan
menyesatkan mereka). Yang kedudukannya paling dekat dengan Iblis adalah yang
paling besar godaannya (dalam menyesatkan manusia). Salah satu diantara mereka
datang lalu berkata, ‘Aku telah melakukan ini dan itu,’ (maksudnya menyuruh
membunuh, mencuri dan minum khamar, misalnya). Iblis pun menjawab, ‘Kau tidak
melakukan apa pun.’ Hingga datanglah salah satu setan dan berkata kepada Iblis,
‘Aku tidak meninggalkan fulan hingga aku memisahkan antara dia dengan istrinya
dan menjadikannya menceraikan istrinya.’ Nabi bersabda, “Kemudian iblis
mendekatkan setan itu kepada dirinya dan berkata, “Ya, engkau telah
melakukannya.” Al A’masy menyebutkan dalam riwayatnya, “Iblis berkata,
‘Tetaplah (menggodanya).” (HR. Muslim2813, Ahmad 14377).
6) Setan Menanamkan Keragu-Raguan Dan
Was-Was Dalam Keimanannya.
Allah ta’ala berfirman:
قَالَ تَعَالَى: وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ
نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ .
"Dan
jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan
kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui." (QS. Fushshilat [41]:36).
وَإِمَّا
يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ
عَلِيمٌ.
“Dan jika
setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha
Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf [7]: 200).
Nabi
telah mengajari kita untuk menepis segala makar setan, agar kita mengucapkan :
آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ , اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ, ثُمَّ لْيَثْقُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلاثًا
وَلْيَسْتَعِذْ مِنَ الشَّيْطَانِ , وَلْيَنْتَهِ , فَإِنَّ ذَلِكَ يَذْهَبُ عَنْهُ.
“Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya, Allah Yang Maha
Esa, Allah tempat bergantung segala makhluk, Dia tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.” Kemudian
hendaklah ia meludah ringan ke sebelah kirinya sebanyak tiga kali, memohon
perlindungan kepada Allah dari godaan setan, dan berhenti dari perbuatan itu,
karena sesungguhnya yang demikian itu akan menghilangkan gangguan darinya. (HR.
Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).
7) Setan Memberikan Janji-Janji Dusta.
Allah
ta’ala berfirman:
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيْهِمْۗ وَمَا
يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا.
“Setan
itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong
pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari
tipuan belaka..” (QS. An-Nisaa[4]: 120-121).
8) Setan mampu berjalan di peredaran
darah manusia.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersanda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي
مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ، وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يُلْقِيَ فِي
أَنْفُسِكُمَا شَيْئًا.
“Sesungguhnya setan berjalan dalam diri manusia sebagaimana
mengalirnya darah. Dan aku khawatir setan akan melemparkan sesuatu (keraguan
atau prasangka buruk) ke dalam hati kalian berdua.” (HR. al-Bukhari 2038,
2174).
Dan masih
banyak lagi.
3. Tahapan Iblis
Menjerumuskan Manusia.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata di dalam kitab, Ighatsat al-Lahfan, Iblis menjerumuskan
manusia dengan 7 perkara:
الأُولَى:
الشِّرْكُ بِاللَّهِ.
Yang pertama: syirik kepada Allah.
الثَّانِيَةُ: الْبِدْعَةُ.
Yang kedua: bid‘ah.
الثَّالِثَةُ: الْكَبَائِرُ.
Yang ketiga: dosa-dosa besar.
الرَّابِعَةُ: الصَّغَائِرُ.
Yang keempat: dosa-dosa kecil.
الْخَامِسَةُ: أَنْ يَشْغَلَهُ
بِالْمُبَاحَاتِ عَمَّا هُوَ أَوْلَى مِنْهَا.
Yang kelima: menyibukkan seorang hamba dengan perkara-perkara
mubah sehingga melalaikannya dari yang lebih utama.
السَّادِسَةُ: أَنْ يَشْغَلَهُ
بِالْمَفْضُولِ عَنِ الْفَاضِلِ.
Yang keenam: menyibukkan seorang hamba dengan yang kurang utama
sehingga meninggalkan yang lebih utama.
السَّابِعَةُ: تَسْلِيطُ جُنُودِهِ
مِنَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ.
Yang ketujuh: mengerahkan bala tentaranya dari kalangan manusia
dan jin.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا غَضِبَ الرَّجُلُ فَقَالَ:
أَعُوذُ بِاللَّهِ سَكَنَ غَضَبُهُ
Jika seseorang dalam keadaan
marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu billah (Aku meminta perlindungan kepada
Allah), maka redamlah marahnya.” (Disebutkan di dalam Al-Jami’us As-Shahih
Lis-Sunnani wal Masanid, Suhaib ‘Abdul Jabbar juz 8, hal 467, di shahihkan
Syaikh al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 1376).
4.
Tipudaya Setan Lemah.
Allah
ta’ala berfirman:
إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا.
“Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan
itu adalah lemah.” (QS. An Nisaa[4]:76).
5.
Sunnah Melawan Syaitan.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ
عِفْرِيتًا مِنَ الجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَيَّ البَارِحَةَ - أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا
- لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلاَةَ، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ
أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي المَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا
وَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِي سُلَيْمَانَ: رَبِّ
هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي "، قَالَ رَوْحٌ:
«فَرَدَّهُ خَاسِئًا
“Sesungguhnya seorang ifrit dari kalangan jin mendatangiku tadi
malam — atau beliau mengucapkan kalimat yang semakna — dengan tujuan mengganggu
dan memutus shalatku. Maka Allah memberiku kemampuan untuk menguasainya. Aku
pun berniat mengikatnya pada salah satu tiang masjid agar kalian semua dapat
melihatnya pada pagi hari. Namun aku teringat perkataan saudaraku Sulaiman: ‘Wahai Rabb-ku,
anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun
setelahku.” Perawi Ruh berkata: “Maka beliau pun
melepaskannya dalam keadaan hina.” (HR. al-Bukhari 461, Ahmad 7965).
Demikianlah semoga kita
terlindungi dari bahaya setan aamiin.
-----000-----
Sragen
03-02-2025
Abu
Ibrahim Junaedi Abdullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar